Tanpa ARM, Lisensi Teknologi Prosesor Huawei Masih Aman

    Cahyandaru Kuncorojati - 23 Mei 2019 22:15 WIB
    Tanpa ARM, Lisensi Teknologi Prosesor Huawei Masih Aman
    Prosesor Huawei Kirin. (Android Authority)
    Jakarta: Huawei dikabarkan memberi pernyataan resmi terkait putusnya kerja sama dengan perusahaan ARM asal Amerika Serikat, imbas kebijakan larangan berbisnis dengan Huawei oleh pemerintah Amerika Serikat.

    Pihak Huawei menyatakan bahwa tanpa dukungan ARM mereka sudah tetap bisa memproduksi system-on-chip mereka seperti biasanya. Artinya, Huawei akan tetap mandiri tanpa dukungan teknologi atau supply chain asal Amerika Serikat.

    Weibo Sina menyebutkan bahwa pihak Huawei sudah menyatakan bahwa mereka telah berhasil memiliki lisensi permanen rancangan arsitektur ARM8 dengan instruksi 32.64-bit. Rancangan juga sudah digunakan oleh prosesor buatan Huawei berbasis fabrikasi 7nm.

    Dari kepemilikan lisensi permanen, tersebut Huawei mengklaim sudah mampu merancang dan memproduksi prosesor berarsitektur ARM sendiri tanpa melanggar penggunaan hak cipta dari perusahaan ARM.

    Artinya, ARM tidak memiliki dasar kekuatan sama sekali untuk menghentikan pengembangan dan produksi yang dilakuakn Huawei. Jadi bisnis Huawei tidak akan terlalu berpengaruh dengan putusnya kerja sama ARM.

    ARM adalah perusahaan semikonduktor, yang lisensi rancangan arsitektur prosesor atau system-on-chip mereka juga digunakan pada banyak prosesor di smartphone, termasuk Huawei.

    Dalam sebuah memo internal, mereka dikabarkan mengakui bahwa desain chip mereka menggunakan teknologi AS. ARM mengembangkan beberapa desain prosesor di Austin, Texas dan San Jose, California. Ini membuat mereka ada di bawah peraturan AS.

    Padahal perusahaan ARM sendiri bermarkas di Inggris dan telah diakuisisi oleh perusahaan besar Jepang yaitu Softbank. Dalam pernyataan yang dirilis pihak ARM mereka mengaku berusaha mematuhi peraturan Amerika Serikat.

    "ARM mematuhi ketentuan yang ditentukan oleh pemerintah AS dan tengah mengadakan diskusi bersama badan-badan pemerintah AS terkait untuk memastikan bahwa kami tidak melanggar," kata juru bicara ARM pada The Verge.

    Kami menghargai hubungan kami dengan rekan kami, tapi kami sadar akan tekanan yang diberikan pada mereka karena keputusan yang diambil berdasarkan motif politik," kata juru bicara Huawei menanggapi sikap yang ditunjukkan ARM hari ini,



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id