Singapura Pakai Bluetooth Ponsel Telusuri Penyebaran Covid-19

    Cahyandaru Kuncorojati - 23 Maret 2020 14:47 WIB
    Singapura Pakai Bluetooth Ponsel Telusuri Penyebaran Covid-19
    Uji coba aplikasi TraceTogether di Singapura. (The Strait Times/Chong Jun Liang)
    Jakarta: Pemerintah Singapura ikut menyertakan teknologi dalam penanganan virus Korona atau Covid-19. Misalnya yang terbaru adalah menggunakan teknologi untuk menelusuri kemungkinan penyebaran virus tersebut.

    Berbeda dari Israel dan Iran yang punya aplikasi serupa tapi diakui akan membobol privasi masyarakatnya. Aplikasi yang dibuat oleh pemerintah Singapura diklaim tidak akan mengakses data pribadi yang ada di ponsel penggunanya.

    Dikutip dari The Strait Times, aplikasi ini bernama TraceTogether. Aplikasi tersbeut dibuat oleh Government Technology Agency (GovTech) dan Kementerian Kesehatan Singapura. Teknologinya termasuk canggih tapi sederhana yaitu menggunakan Bluetooth.

    TraceTogether mengandalkan Bluetooth di ponsel penggunanya. Saat aplikasi dan konektivitas tersebut aktif maka dia bisa mengenali identitas penggunanya yang akan tersimpan oleh data pemerintah Singapura.

    Nantinya aplikasi ini bisa mengenali smartphone lain yang juga memasang aplikasi tersebut. Bluetooth di TraceTogether akan mengenali dan mengingat ponsel pengguna lain yang terdeteksi dalam radius dua meter dan terus berdekatan selama 30 menit.

    "Ini akan sangat berguna terutama dalam kasus saat orang yang positif virus ini tidak mengingat siapa saja orang yang sempat berada di dekatnya dalam durasi yang tadi," jelas pihak GovTech.

    Nantinya, apabila salah satu pengguna ternyata positif virus Korona. Pemerintah akan meminta data TraceTogether yang ada di ponselnya. Tujuannya, pemerintah bisa memprediksi siapa saja warga negaranya yang sempat bertemu atau berdekatan dengan pasien virus Korona.

    Data tersebut akan tersimpan di ponsel pengguna aplikasi TraceTogether untuk hingga kira-kira lebih dari 20 hari untuk sebelum terhapus otomatis. Alasannya durasi tersebut menyesuaikan waktu inkubasi virus Korona untuk bermutasi dalam manusia untuk menjadi positif tertular.

    Pemerintah Singapura sendiri tidak mewajibkan warga negaranya untuk mengunduh aplikasi ini melainkan sekadar imbauan. Mereka juga mengklaim bahwa aplikasi ini tidak akan menyimpan data seperti memantau lokasi penggunanya.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id