Tanggapi Kritik, Zoom Gandeng Ahli Keamanan Perusahaan Besar

    Cahyandaru Kuncorojati - 09 April 2020 12:09 WIB
    Tanggapi Kritik, Zoom Gandeng Ahli Keamanan Perusahaan Besar
    Ilustrasi. (Zoom)
    Jakarta: CEO Zoom, Eric S. Yuan baru saja membuat pengumuman terbaru merespon kritik celah keamanan dan privasi di layanan mereka yang terus dikecam berbagai negara. Yuan menyatakan bahwa kini mereka sudah menggandeng ahli keamanan perusahaan besar ke dalam perusahaannya sebagai penasihat.

    Informasi ini disampaikan oleh Yuan di blog resmi Zoom. Dia menyebutkan ahli keamanan dari perusahaan besar sudah bergabung ke jajaran direksi sebagai penasihat. Beberapa juga diangkat ke dalam tim Chief Information Security Officer (CISO) yang telah dibentuk Zoom.

    "Kami mengumumkan dua perkembangan yang sudah dilakukan, mengumumkan Dewan CISO dan Dewan Penasihat yang terdiri dari ahli keamanan di berbagai bidang industri, kedua adalah Alex Stamos juga bergabung di jajaran direksi untuk membantu kami mengevaluasi keamanan layanan kami," tulis Yuan.

    Baca:  Bos Zoom Akui Kesalahan Soal Privasi

    Alex Stamos sendiri diketahui pernah menjabat sebagai Chief Information Security Officer di Facebook. Dia juga menjadi kontirbutor di  Harvard Defending Digital Democracy Project dan penasihat di Stanford Cybersecurity Policy Program serta program yang sama di UC Berkeley. Stamos juga masuk sebagai dewan  

    Yuan menilai kolaborasi beragam industri ini akan menjamin implementasi sistem keamanan dan privasi yang paling efektif. Di jajaran Dewan CISO, Zoom menggandeng praktisi dari HSBC, NTT Data, Procore, Ellie Mae, dan banyak lagi. Sementara di Dewan Penasihat diisi oleh praktisi dari VMware, Netflix, Uber, Electronic Arts, dan lainnya.

    "Kehadiran Dewan CISO dan Dewan Penasihat di sini akan bertindak sebagai penasihat personal saya. Tim ini akan memungkinkan saya untuk mampu memimpin sekaligus menjamin bahwa privasi dan keamanan adalah prioritas di Zoom," tulis Yuan.

    "Saya juga untuk pertama kalinya akan menggelar webinar mingguan untuk menyediakan update informasi terkait perivasi dan keamanan layanan kami kepada komunitas pengguna," imbuh Yuan. Melihat langkah terbaru Zoom kemungkinan besar dalam waktu dekat akan banyak kabar terbaru terkait respon publik terhadap perusahaan ini.

    Baca: Jerman Ikut Larang Penggunaan Zoom

    Sebelumnya baru dilaporkan bahwa pemerintah Jerman ikut melarang pengguna aplikasi Zoom di jajaran pemerintah sama seperti yang dilakukan oleh Taiwan. Di Amerika Serikat, pemerintah kota New York melarang penggunaan Zoom di sekolah atau lembaga pendidikan. FBI sendiri sudah memberikan peringatan kepada pengguna untuk berhati-hati saat menggunakan Zoom.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id