Tik Tok  

Keseruan Tik Tok Disebut Menyimpan Bahaya Bagi Anak

Cahyandaru Kuncorojati - 05 Juli 2018 14:25 wib
Logo aplikasi Tik Tok.
Logo aplikasi Tik Tok.

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dua hari lalu memblokir aplikasi Tik Tok karena terbukti banyak konten negatif yang beredar serta pelanggaran yang terjadi di dalamnya.

Kini mulai bermunculan beragam hasil riset mengenai dampak negatif dari kepopuleran Tik Tok terhadap penggunanya yang didominasi oleh remaja dan anak-anak di bawah usia 16 tahun. Padahal aplikasi ini mengharuskan penggunanya berusia 16 tahun atau lebih.

Indonesia bukan satu-satunya yang merasa pelanggaran usia tersebut membahayakan remaja dan anak-anak yang belum bisa berhati-hati membagikan konten di media sosial. Tiongkok negara asal aplikasi ini juga resah dengan alasan yang sama.

Ketua Indonesia Child Protection Watch (ICPW) Erlinda dalam pesan singkat membeberkan beberapa fakta negatif aplikasi Tik Tok kepada remaja dan anak-anak di Indonesia.

"Kebanyakan masyarakat belum mampu menyaring hal mana yang akan berdampak baik dan buruk. Masyarakat harus menyadari bahwa aplikasi tersebut berpotensi mendorong penggunanya melakukan hal yag tidak wajar atau tidak sesuai dengan norma yang ada," jelas Erlinda.

Menurutnya, konten Tik Tok mengancam keselamatan anak misalnya memberikan celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi kejahatan di dunia maya dan berlanjut ke dunia nyata yang menargetkan pengguna Tik Tok.

"Saat pengguna Tik Tok menyebarkan konten ke akun media sosial lain dan meberikan informasi pribadi yang bisa dilihat semua orang secara bebas maka hal tersebut berpotensi buruk," tutur Erlinda.

Mental atau kejiwaan anak bagi Erlinda juga hal penting yang harus diperhatikan. Setiap pengguna Tik Tok terutama remaja dan anak-anak berharap bisa populer tapi tidak semua orang bisa mengapresiasi hal tersebut.

"Perundungan dari netizen juga berpotensi berubah menjadi pembunuhan karakter karena tidak semua orang memahami niat maupun maksud dari pengguna Tik Tok tapi sudah langsung menghujat dan memberikan label negatif. Padahal mungkin saja penggunanya hanya melakukan untuk hiburan saja," jelas Erlinda.

Remaja dan anak-anak pengguna Tik Tok juga mengalami adiksi untuk mendapatkan pujian atau like sebanyak mungkin di aplikasi tersebut sehingga populer.

Erlinda menjelaskan bahwa tanpa sadar mereka juga terdorong untuk mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai dengan kondisinya dan keluarga, misalnya membeli kuota atau kebutuhan agar terlihat menarik di Tik Tok.

"Remaja dan anak-anak tersebut mulai terpapar hal-hal erotis atau berpakaian seperti orang dewasa yang berarti menggangu proses tumbuh kembang anak yang seharusnya menjadi momen golden age."

Erlinda juga mengingat bahwa konten digital yang diunggah ke internet juga tidak bisa dihapus sepenuhnya sehingga menjadi mesin pembunuh masa depan karena menjadi rekam jejak diri yang suatu saat bisa berakibat terhadap kehidupannya atau profesinya.


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.