comscore

Kemenkominfo Tancap Gas Sediakan Internet di Kawasan 3T

Cahyandaru Kuncorojati - 25 Januari 2022 17:32 WIB
Kemenkominfo Tancap Gas Sediakan Internet di Kawasan 3T
Menkominfo Johnny G. Plate.
Jakarta: Di tahun 2022 kawasan 3T atau terdepan, terluar dan tertinggal masih akan menjadi pekerjaan rumah bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam menyediakan akses internet dan telekomunikasi ke seluruh pelosok Indonesia.

Sikap ini terlihat lewat pesan yang disampaikan oleh Menkominfo Johnny G. Plate dalam acara seremoni Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Penyediaan Layanan Seluler 4G di Wilayah 3T dalam rangka Percepatan Transformasi Digital hari ini.
“Kita bersama inginkan agar equality dalam layanan telekomunikasi di era transformasi digital, era disrupsi teknologi, era pandemi dan postpandemi bagi masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ungkap Menkominfo.

Dia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seperti Base Transceiver Station (BTS) 4G di kawasan 3T akan mendorong tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal terutama dari akses pemanfaatan teknologi.

“No one will be left behind, itu moto marinir Amerika. Di Indonesia pun demikian, moto dan misi kita adalah tidak ada yang tertinggal,” ucapnya. Di kerja sama ini Kominfo dan Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BLU BAKTI) telah menggandeng XL Axiata dan Telkomsel.

Semua pihak akan bersama menyediakan akses internet dan telekomunikasi di kawasan 3T yang disebut membutuhkan 9.113 BTS. Di sini ada dua kategori kerja sama yang digunakan, salah satunya adalah model Universal Service Obligation untuk 1.209 BTS.

“Untuk kategori kedua yakni 7.904 adalah yang menjadi objek hari ini yang ditandatangani kerjasama layanannya bagi masyarakat, yang dilaksanakan saat ini oleh dua operator seluler Telkomsel dan XL Axiata melalui blended financing antara Universal Service Obligation, dukungan fiskal rupiah murni dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor Kominfo,” jelasnya.

Menkominfo Johnny juga mengingatkan bahwa membangun wilayah 3T memiliki banyak tantangan, mulai dari geografis, kultural hingga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di sini banyak ancaman yang muncul terhadap infrastruktur fisik tenaga kerja pendukungnya.

“Maka tentunya ini merupakan satu pekerjaan yang luar biasa tantangannya, sehingga amanat-amanat ini harus dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id