Bos Huawei: Larangan Dagang Awal Kejatuhan AS

    Ellavie Ichlasa Amalia - 22 Juli 2019 10:52 WIB
    Bos Huawei: Larangan Dagang Awal Kejatuhan AS
    CEO dan pendiri Huawei, Ren Zhengfei. (Photo by HANDOUT HUAWEI / AFP)
    Jakarta: CEO Huawei, Ren Zhengfei mengklaim bahwa larangan dagang yang belum lama ditetapkan oleh Amerika Serikat justru akan membuat mereka menjadi tertinggal. 

    Saat ini, masih belum diketahui apakah Huawei akan bisa menggunakan sistem operasi Android buatan Google.

    Meskipun begitu, Ren terus membanggakan akan "teknologi canggih" yang mereka miliki dan mengklaim bahwa jika pemerintah terus melarang perusahaan teknologi AS bekerja sama dengan Huawei, ini justru akan membuat AS tertinggal. 

    Dalam sebuah wawancara dengan Yahoo Finance, Ren mengklaim bahwa teknologi yang dimiliki Huawei sudah cukup untuk membuat mereka bertahan tanpa sokongan komponen dari perusahaan teknologi AS. 

    Ren mengaku bahwa mereka tidak siap ketika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memasukkan nama mereka ke Daftar Entitas, mencegah perusahaan AS melakukan transaksi dan bekerja sama dengan Huawei. Ini memberikan dampak besar pada perusahaan Tiongkok tersebut, lapor IB Times

    Karena ada kekhawatiran akan update terkait Android dan keberadaan komponen untuk ponsel Huawei, penjualan perusahaan turun sampai 40 persen dalam 2 minggu sejak Trump memasukkan nama Huawei ke daftar Entitas. Ren mengatakan, mereka tidak siap untuk menghadapi kejadian ini. 

    Setelah kembali meninjau bisnis mereka, Huawei merasa bahwa mereka tetap bisa bertahan tanpa harus menggunakan komponen dari perusahaan AS. Mereka kemudian memutuskan untuk berhenti menggunakan komponen dari perusahaan AS pada produk utama mereka. 

    Sekarang, Trump telah meringankan larangan terhadap Huawei. Ren berkata, Huawei kini akan mulai menggunakan komponen yang tidak dianggap terlalu penting dari perusahaan AS. 

    Meskipun belakangan Huawei tengah diterpa masalah, Ren tetap percaya diri akan kemampuan perusahaannya untuk bertahan dengan produknya, terutama terkait 5G. Ren berkata, meskipun AS "sangat kuat", mereka tidak memiliki chip canggih yang didesain untuk 5G.

    Dia mengklaim, Huawei adalah satu-satunya perusahaan yang menyediakan chip seperti itu, termasuk chip yang digunakan pada kamera smartphone dan jaringan 5G. Ren percaya, ke depan, perangkat Internet of Things akan memerlukan koneksi yang sangat cepat. Dan jika AS melarang dagang dengan Huawei, ini justru akan merugikan AS. 

    "Bahkan jika mereka punya superkomputer dan jaringan dengan kapasitas super besar, AS mungkin masih akan tertinggal karena mereka tidak memiliki jaringan super cepat," kata Ren. "Melarang kerja sama dengan Huawei adalah awal dari kejatuhan AS."



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id