Tiongkok Luncurkan Aplikasi Deteksi Virus Korona

    Cahyandaru Kuncorojati - 13 Februari 2020 16:56 WIB
    Tiongkok Luncurkan Aplikasi Deteksi Virus Korona
    Ilustrasi. (Getty Images)
    Jakarta: Di tengah wabah virus Korona yang belum terkendali di Tiongkok, Pemerintah setempat dilaporkan merilis sebuah aplikasi hasil kerja sama dengan berbagai lembaga dan perusahaan teknologi yang mampu mendeteksi lokasi pengidap virus Korona.

    Aplikasi yang disebut sebagai close contact detector ini menyediakan informasi apakah Anda berada di dekat orang diduga sudah terjangkit virus Korona. Meskipun tidak secara detil, tapi aplikasi tersebut dilaporkan memberikan info jarak Anda dengan orang tersebut.

    Dikutip dari Cnet, media lokal Xinhua mengklaim bahwa aplikasi ini merupakan dukungan pemerintah untuk mengendalikan wabah virus Korona. Penggunanya yang ternyata berada dekat dengan mereka yang diduga dijangkiti virus Korona diminta segera melakukan pemeriksaan.

    Dijelaskan cara penggunaan aplikasi ini mirip seperti aplikasi lain, pertama pengguna bisa memindai QR code di smartphone mereka menggunakan aplikasi seperti Alipay, WeChat, atau QQ. Kemudian pengguna diminta memasukan nama dan nomor identitas kependudukan.

    Setiap perangkat smartphone yang didaftarkan bisa mendeteksi lokasi dari tiga pengguna berdasarkan nomor identitas kependudukan. Sayangnya, tidak dijelaskan secara teknis dan mendalam bagaiman aplikasi ini bisa menilai seseorang diduga atau telah terpapar virus Korona.

    Jadi masih ada sedikit kekurangan dari aplikasi tersebut. Bukan membantu pengendalian virus Korona justru aplikasi ini, tampaknya menambahkan rasa takut bagi penggunanya untuk melakukan aktivitas di tengah wabah virus Korona.

    Aplikasi ini dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dan China Electronics Technology Group Corporation. Diklaim bahwa berbagai lembaga di Tiongkok sudah bekerja sama untuk memberikan data yang akurat terkait data warga negara Tiongkok.

    Diketahui bahwa wabah virus Korona masih belum dikendalikan. Di industri teknologi, wabah ini sudah membuat beberapa perusahaan mengalami gangguan di operasional bisnis di kawasan Tiongkok. Bahkan pameran teknologi internasional di luar Tiongkok juga ikut menjadi korban.

    Hari ini GSMA sebagai penyelenggara MWC (Mobile World Congress) 2020 menyatakan telah membatalkan acara yang akan berlangsung pada 23-27 Februari di Barcelona, Spanyol. Keputusan ini diambil karena banyak perusahaan teknologi dan telekomunikasi yang mundur satu per satu dari MWC 2020.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id