TCL Akui Belum Berencana Hadirkan BlackBerry 5G

    Lufthi Anggraeni - 04 Oktober 2019 14:01 WIB
    TCL Akui Belum Berencana Hadirkan BlackBerry 5G
    Petinggi TCL menyebut tidak berencana untuk menghadirkan smartphone BlackBerry 5G.
    Jakarta: BlackBerry sempat berada di tepi kepunahan sebelum diakuisisi oleh TCL beberapa tahun lalu. Dengan kurangnya eksposur besar da model baru di tahun lalu, perangkat Blackberry masa depan masih akan menjadi perangkat kelas menengah terjangkau.

    Dalam acara CCS Insight Predictions yang baru-baru ini terselenggara, General Manager Marketing TCL Stefan Streit mengungkap bahwa TCL tidak memiliki rencana untuk memperkenalkan BlackBerry 5G dalam waktu dekat.

    Streit menyebut BlackBerry bukanlah perangkat hiburan dan pengguna dapat menerima email dengan sangat cepat. Streit mengakui bahwa kehadiran jaringan 5G akan menghadirkan banyak kesenangan.

    Namun jaringan ini disebutnya lebih sesuai untuk diaplikasikan pada TV cerdas 8K atau kulkas cerdas, dan tidak pada BlackBerry. Di sisi lain, TCL akan menghadirkan perangkat 5G terjangkau di tahun 2020 mendatang, sebagai bagian ponsel bermerek TCL dan lini Alcatel.

    Informasi detail yang diberikan Streit hanyalah bahwa ponsel ini akan dipasarkan seharga kurang dari USD600 (Rp8,5 juta) dan akan diluncurkan pada semester dua tahun 2020 mendatang.

    BlackBerry seolah tengah melakukan hibernasi sebab produk terakhir yang diumumkannya adalah aplikasi chatting baru bertajuk BBM Enterprise (BBMe). Aplikasi ini diumumkan pada bulan April lalu, 24 jam setelah BlackBerry mengumumkan penutupan BBM secara resmi pada tanggal 31 Mei.

    Dalam pernyataan resmi, BlackBerry menyebutkan bahwa aplikasi yang bisa diunduh gratis itu merupakan "platform pengiriman pesan terenkripsi end-to-end mutakhir". Namun, enkripsi kini bukanlah fitur istimewa. Sebagian besar aplikasi chatting, seperti WhatsApp dan Telegram, telah memiliki fitur itu.

    Kala itu BlackBerry menyebutkan, keputusannya untuk menyediakan BBMe adalah "sebuah tanggung jawab". Mereka juga menegaskan bahwa aplikasi ini tidak akan mempengaruhi keuangan dan strategi perusahaan, yang fokus pada software dan keamanan.

    Sementara itu menyoal geliat smartphone berlayar fleksibel dan berdesain lipat, pada bulan Maret lalu, CEO BlackBerry memberikan komentarnya dan mengaku lebih skeptis terkait daya tarik perangkat ini.

    Chen berpendapat smartphone lipat kurang memiliki daya tarik, akibat sedikitnya inovasi yang diusungnya. Secara personal, Chen mengaku menginginkan sesuatu lebih cepat dengan peningkatan fungsional, namun, menurut Chen, tidak ada terobosan baru yang akan tersedia.

    Pendapat Chen ini tidak sepenuhnya benar, sebab peminat perangkat lipat karya Samsung dan Huawei dikabarkan cukup besar, meski kedua merek ini masih belum memasarkan perangkat karyanya yaitu Galaxy Fold dan Mate X secara luas, akibat kendala pada layar fleksibel.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id