HP: Orang Tua di Indonesia Perhatikan Kesiapan Masa Depan Anak

    Cahyandaru Kuncorojati - 12 Juni 2019 11:46 WIB
    HP: Orang Tua di Indonesia Perhatikan Kesiapan Masa Depan Anak
    Ilustrasi.
    Jakarta: Perusahaan teknologi Hewlett Packard (HP) mengungkap studi yang dilakukan HP New Asian Learning Experience.

    Studi tersebut merupakan hasil survei yang mengeksplorasi bagaimana kepribadian orang tua milenial di Asia memengaruhi cara mereka mendefinisikan pembelajaran.

    Dalam rilis yang diterima disebutkan studi ini mengungkapkan bahwa mempersiapkan masa depan anak-anak mereka adalah hal yang paling diperhatikan orang tua di Indonesia terutama terkait dengan memperoleh keterampilan yang memadai untuk masa depannya.

    Survei ini juga memberikan berbagai pemahaman tentang perkembangan proses pembelajaran dan bagaimana inovasi HP dapat membantu para pelajar muda berkembang pesat. Studi ini dilaksanakan di India, Tiongkok, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia untuk memahami tren-tren terbaru pada pendidikan anak usia dini.

    "Kami mengetahui betapa kemajuan teknologi mampu menghasilkan cara-cara baru dalam proses belajar terutama yang berkaitan dengan memaksimalkan proses dan pemilihan bahan pembelajaran," tutur Chief Operating Officer HP Indonesia, Hendry Widjaja.

    Studi ini mengungkap bahwa 71 persen orang tua di Indonesia sangat cemas dengan kemungkinan anak mereka tidak memiliki keterampilan yang dubutuhkan untuk masa depannya. Kemudian 50 persen berkaitan dengan keterampilan untuk menjawab meningkatnya biaya hidup.

    Pihak HP Indonesia menyebut sangat menyadari kondisi tersebut dan menyatakan berperan aktif dengan menuediakan program Sahabat Pendidikan yang berusaha meningkatkan infrastruktur teknologi dan lingkungan di sekolah. HP Indonesia menyediakan fasilitas lanoratorium komputer di sekolah-sekolah.

    Orang tua di Indonesia juga menilai bahan pembelajaran cetak sebagai media yang lebih efektif untuk pemahaman membaca secara komprehensif, durasi membaca yang lebih lama, dan memperkaya perbendaharaan kosa kata. Sedangkan platform digital lebih ditujukan untuk memfasilitasi pemikiran kreatif dan kritis.

    54 persen orang tua cenderung mengandalkan materi cetak untuk meningkatkan keterampilan analitis (berhitung) anak-anak dan 50 persennya keterampilan linguistik. Sedangkan pada platform digital 55 persen untuk pelajaran matematika dan 53 persen pelajaran musik.

    Mereka juga menggunakan perpaduan antara cetak dan digital 60 persen untuk meningkatkan keterampilan analitis (berhitung) dan 53 persen keterampilan linguistik. Melihat tren tersebut HP Indonesia membawa beragam jajaran produk laptop sebagai akat untuk mengakses materi pembelajaran.

    HP Indonesia melihat kemajuan teknologi mampu mendefinisikan kembali metode belajar serta menciptakan peluang baru dalam hal bagaimana anak-anak belajar dan bagaimana orang tua mendampingi proses pendidikan anak-anak mereka.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id