Masalah Huawei Bikin Saham Mitra Anjlok

    Lufthi Anggraeni - 21 Mei 2019 13:09 WIB
    Masalah Huawei Bikin Saham Mitra Anjlok
    Sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat mengalami penurunan saham akibat insiden Huawei.
    Jakarta: Penurunan harga saham kembali terjadi setelah laporan yang menyebut produsen semikonduktor memutuskan kerja sama dengan Huawei, terkait dengan pelarangan yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Pada pekan lalu, U.S. Commerce Department mencantumkan nama Huawei pada daftar hitam dan secara efektif menghentikan kemampuannya untuk membeli komponen dan bagian karya perusahaan asal Amerika Serikat, seperti laporan CNBC.

    Berkenaan dengan pelarangan ini, Google menunda aktivitas bisnisnya dengan perusahaan raksasa asal Tiongkok ini. Pemasok Huawei lainnya, termasuk Qualcomm, Broadcom, Intel dan Xilinx, mengumumkan kepada pegawai bahwa mereka tidak lagi menjual produk kepada Huawei hingga pemberitahuan lebih lanjut.

    Pemasok chip Amerika Serikat mengalami kerugian akibat kehilangan konsumen besar seperti Huawei. Sebab salah satu perusahaan besar di ranah peralatan telekomunikasi ini membeli semikonduktor diperkirakan Evercore senilai USD20 miliar (Rp289,7 triliun) per tahunnya.

    Saham Xilinx mengalami penurunan sebesar 3,5 persen per hari Senin lalu, sedangkan saham Qualcomm menurun sebesar hampir enam persen. Sedangkan, saham Analog Devices, Broadcom, dan Advanced Micro Devices juga dilaporkan tengah mengalami tekanan terkait pelarangan Huawei ini.

    Sementara itu, VanEck Vectors Semiconductor ETF mengalami penurunan harga saham hampir sebesar empat persen, dan hampir 15 persen lebih rendah dari harga terendahnya. Semua kecuali satu komponen ETF berada pada level koreksi atau lebih buruk pada hari Senin lalu, dan hampir separuh dari 25 saham di pasar berada pada level mengkhawatirkan.

    Kerugian bisnis ini diperkirakan analis senior penelitian ekuitas di Evercore C.J. Muse berpotensi untuk memperlambat investasi oleh produsen Amerika Serikat, sehingga mengurangi kompetisi di industri semikonduktor di Amerika Serikat.

    Selain itu, permasalahan keamanan nasional yang menjadi hal yang disebut Muse juga perlu diperhatikan pemerintah Amerika Serikat. Analog Devices memperoleh keuntungan sebesar 12,5 persen dari jaringan 5G, sedangkan Skyworks Solutions, Qorvo, Broadcom, Qualcomm, dan Xilinx juga mengandalkan pertumbuhan infrastruktur 5G.

    Sementara itu, Advanced Micro Devices dan Nvidia juga disebut sang analis sebagai dua perusahaan yang bertanggung jawab untuk komputasi pusat data high-end.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id