comscore

Manajemen dan Strategi Bencana, Bagian Penting Smart City

Mohammad Mamduh - 18 Februari 2019 16:12 WIB
Manajemen dan Strategi Bencana, Bagian Penting Smart City
Ilustrasi: Smart City World
Jakarta: Ajang GovPay/GovNext Summit baru-baru ini digelar di Jakarta, 22 Januari 2019.

Diselenggarakan oleh GovInsider dengan dukungan dari Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, acara ini mempertemukan inovator di seluruh ASEAN dan para pembuat keputusan penting dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota di Indonesia.
Ini untuk membahas berbagai macam topik yang terkait dengan teknologi pemerintah, analitik data, dan keselamatan publik.
 
Salah satu topik utama yang diangkat adalah Manajemen dan Strategi Bencana. Beberapa panelis yang hadir adalah Eddy Satrya, Asisten Deputi Telematika dan Utilitas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Taufik Hidayat, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pemerintah Provinsi Lampung; Roysepta Abimanyu, Tenaga Ahli (Koordinator Tim Manajemen Bencana), Kantor Staf Presiden; Sinan Aizad, Senior Mechanical FE Engineer, Simuserv Australia
Dr. Alan Tan, Senior Solution Consultant, SIMULIA, Dassault Systèmes; Faizal Thamrin, Humanitarian Data Advisor, Pulse Lab Jakarta.

Pengembangan kota cerdas (smart city) telah menjadi fokus setiap pemerintahan di kawasan ASEAN yang disebabkan oleh dua tren besar di kawasan ini, yaitu pertumbuhan populasi perkotaan yang cepat dan adopsi teknologi digital yang berkembang pesat oleh pemerintah, bisnis dan masyarakat.
 
Menurut ASEAN Smart Cities Network, lebih dari 90 juta orang dipastikan akan bermigrasi ke kota-kota di Asia Tenggara di tahun 2030. Pemerintah di kawasan ini sebagian besar telah mengerahkan upaya dalam mengimplementasikan 4G dan akses internet broadband secara meluas.

Ini termasuk langkah menuju pengembangan kota cerdas untuk meningkatkan kualitas dan kinerja layanan perkotaan, seperti pasokan energi, transportasi umum, dan pengelolaan limbah, guna mendukung populasi perkotaan yang berkembang pesat.
 
Namun, area yang sering diabaikan dalam perencanaan adalah Manajemen dan Strategi Bencana. Bencana buatan manusia dan bencana alam, seperti gempa bumi dan banjir hebat, berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi dan korban jiwa yang besar, dan akan menghancurkan sebuah kota.

Manajemen dan Strategi Bencana, Bagian Penting Smart City

Oleh karena itu, manajemen bencana dan mekanisme tanggap darurat harus diperlakukan sebagai faktor integral dalam pengembangan smart city, terutama di wilayah-wilayah Indonesia yang terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik yang rawan bencana alam.
 
Untuk mencapai sistem tanggap darurat yang efektif, prioritas pertama adalah memastikan warga kota memiliki akses terhadap informasi terkini tentang situasi bencana dan langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk mengamankan keselamatan pribadi mereka.

Jika warga diinformasikan lebih awal dan diberi instruksi evakuasi yang tertib, kepanikan yang tersebar luas dapat dimitigasi dengan lebih baik dan lebih banyak nyawa dan harta benda yang berpotensi diselamatkan.
 
Gempa bumi di Sulawesi dan Palu telah mengajarkan kita bahwa memiliki strategi manajemen bencana yang komprehensif sebelumnya sama pentingnya dengan upaya pemulihan bencana. Mitigasi bencana di Indonesia menjadi sorotan setelah beberapa gempa besar melanda sejumlah daerah tahun lalu.

Di Palu, misalnya, para ahli sebelumnya telah memperingatkan pihak berwenang tentang kemungkinan gempa besar di wilayah tersebut. Perencanaan yang lebih komprehensif mungkin dapat berpotensi menyelamatkan lebih banyak nyawa.
 
Bagaimana Perencanaan Kota Cerdas Berkontribusi dalam Manajemen Bencana

Replika virtual 3D untuk konsep kota cerdas dapat dibuat dan disimulasikan. Melalui simulasi ini, para perencana kota mendapat manfaat dari pandangan menyeluruh tentang skenario yang mungkin terjadi untuk setiap pernyataan masalah yang diberikan.

Contohnya, rute evakuasi bagi warga dengan mensimulasikan berbagai skenario untuk mengukur tindakan pencegahan terbaik guna mengurangi keparahan efek bencana, serta merancang rencana mitigasi bencana terkoordinasi yang secara efisien memanfaatkan waktu dan sumber daya.
 
Perencanaan kota cerdas semacam itu memiliki potensi menyelamatkan jumlah jiwa dan properti yang maksimal selama terjadinya bencana, serta memungkinkan fungsionalitas kota yang berkelanjutan.
 
Solusi simulasi ini juga dapat memanfaatkan data dan dokumentasi historis untuk studi dan implementasi berdasarkan pembelajaran di masa lalu.

Karena manusia secara alami adalah makhluk visual dan terbiasa menavigasi dunia dalam format 3D, memiliki bencana historis yang direplikasi dapat membantu ahli geologi dan perencana kota untuk lebih memahami situasi dalam lingkungan virtual dan mempersiapkan bencana di masa depan di dunia nyata.
 
Di tingkat warga, simulasi 3D ini juga dapat diakses melalui Internet untuk membantu warga agar lebih memahami rencana manajemen bencana dari pemerintah daerah dan yang terpenting, membuat mereka siap menghadapi bencana.
 
Pemerintah kota Padang Pariaman, misalnya, berkolaborasi dengan Dassault Systèmes untuk membangun “kota cerdas”, yang akan mencakup perencanaan sistem tanggap darurat di wilayah yang rawan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.

(Adi Aviantoro, Country Business Leader, Dassault Systèmes Indonesia, Asia Pasifik Selatan)

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id