Tren Positif Sektor Bisnis Digital di Tengah Pandemi

    Lufthi Anggraeni - 17 November 2020 21:10 WIB
    Tren Positif Sektor Bisnis Digital di Tengah Pandemi
    Managing Director Indonesia Fintech Association - Aftech Mercy Simorangkir.
    Jakarta: Pandemi Covid-19 menjadi salah satu hal yang tidak diduga oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Di awal kehadirannya, semua lapisan masyarakat belum familiar dengan kondisi ini, mendorong berbagai pihak pesimistis dengan kondisi saat ini.

    “Tapi pandemi Covid-19 ini jadi the game changer, jadi pengubah, karena selama pandemi, kami melihat pembalikan tren. Mudah-mudahan tren positif yang terjadi di beberapa bisnis digital akan terus berlanjut. Dan dengan adanya waktu penyesuaian cukup lama, sudah terbiasa dengan new normal, saat kembali ke normal lama, the new normal ini tidak bisa kita tinggalkan,” ujar Group Head Digital Finance Innovation OJK Triyono Gani.

    Dalam menyikapi hal ini, OJK mengaku telah memiliki peta jalan pengembangan untuk bisnis yang terkait dengan ranah teknologi finansial. Peta jalan ini sudah disusun OJK sejak tahun 2017, saat industri ini mulai berkembang di Indonesia.

    Karenanya, lanjut Triyono, OJK terus berupaya mendorong percepatan perkembangan industri teknologi finansial ini, dan merupakan salah satu visi yang diusungnya sebagai regulator. Dan juga sebagai regulator, OJK juga menegaskan pihaknya terus memfasilitasi perkembangan industri ini.

    Salah satu bentuk komitmen OJK untuk mempercepat perkembangan industri teknologi finansial ini yaitu dengan mempercepat periode pencatatan sandbox, dari per tiga bulan, menjadi per dua bulan. Selain itu, OJK juga berjanji bahwa selama pandemi, pihaknya akan mempermudah perizinan secara online.

    Sementara itu, Managing Director Indonesia Fintech Association - Aftech Mercy Simorangkir mengamini bahwa pandemi menghadirkan masa sulit bagi penyedia layanan teknologi yang dinaungi oleh asosiasinya. Namun, Mercy tidak menilai bahwa skala dari bisnis tekfin berpengaruh pada daya tahan selama pandemi.

    Mercy menyebut bahwa daya tahan bisnis tekfin lebih bergantung pada inovasi dan teknologi yang mereka gunakan. Selain itu, bisnis yang menawarkan solusi dan layanan yang dipercayai dan mudah digunakan masyarakat akan memiliki peluang bertahan lebih besar.

    Dan selama pandemi, Mercy menyebut pihaknya mencatat dalam dua survei bahwa banyak penyelenggara layanan tekfin terdampak oleh pandemik Covid-19. Hal ini menyebabkan pelaku industri ini lebih berhati-hati menyoal kerja sama atau bahkan menunda rencana ekspansi mereka.

    Namun hal tersebut dinilai Mercy tidak menghentikan perusahaan berskala kecil dalam bertahan di tengah pandemi, selama mereka dapat menawarkan inovasi yang mudah digunakan masyarakat, juga dapat dipercaya.

    Meskipun demikian, edukasi menjadi salah satu upaya yang terus digencarkan baik oleh asosiasi maupun regulator, untuk pelaku industri, sehingga dapat memiliki pemahaman lebih baik menyoal keamanan data serta untuk membangun budaya tata kelola yang baik di industri.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id