Startup Jala.Ai Tawarkan Solusi Akselerasi Penjualan

    Lufthi Anggraeni - 19 Februari 2020 11:07 WIB
    Startup Jala.Ai Tawarkan Solusi Akselerasi Penjualan
    CMO Jala.ai, Guntur Kusuma Ardhy dan CEO Jala.ai Mirfagah Iqbal memperkenalkan JALA.ai aplikasi
    Jakarta: Jala.ai, aplikasi sales software menggelar peluncuran perdananya ke publik. JALA.ai merupakan aplikasi yang berbasis pada Sales Software yang diklaim dapat membantu memudahkan kegiatan penjualan Sales Officer.
     
    CEO Jala.ai Mirfagah Iqbal menjelaskan bahwa industri yang memiliki produk dengan harga jual tinggi punya tantangan yang besar, yaitu bagaimana memantau dan mengukur kinerja tim pemasaran, hingga mengetahui jalur penjualan mana yang paling efektif. 
     
    “Sejak tahun 2019, kami melihat ada beberapa perusahaan kesulitan mengetahui kinerja Sales Officer dalam follow up sejumlah prospek. Hal ini berdampak pada penjualan yang stagnan bahkan cenderung menurun.

    "Dari sana kami kembangkan Jala.ai sebagai solusi. Hasilnya cukup mengejutkan, di industri properti misalnya kami berhasil memberikan dampak pada peningkatan penjualan,” kata CEO Jala.ai atau akrab disapa Aga.
     
    Diakui oleh Aga, Jala.ai hanya sebagai alat bantu. Sinergi antara Jala.ai dan penggunanya adalah kunci keberhasilan dalam meningkatkan penjualan. Integrasi database prospek dari online dan offline ke dalam satu aplikasi sangat dirasakan membantu tim pemasaran. Proses digitalisasi data ini mampu memudahkan konfersi prospek menjadi pelanggan.
     
    Lebih lanjut Aga menjelaskan, kekuatan Jala.ai lainnya adalah menunjukkan saluran marketing yang paling efektif menghasilkan penjualan. Teknologi yang digunakan disebut dengan Jala.ai Pixel, semacam tracking tools. Di ranah online, teknologi tersebut bekerjasama dengan Pixel yang dimiliki oleh Facebook, Instagram dan juga Google. 
     
    “Aplikasi yang digunakan oleh Sales Officer itu kami sebut Jala Assistant. Salah satu fitur unggulannya adalah penyaluran data prospek secara realtime dari online marketing,” paparnya. 

    Sebagai pemain baru di dunia startup, Jala.ai baru memasuki tahap seed funding. Di tahun 2020 ini JALA.ai menargetkan untuk mendapatkan investor baru. 
     
    “Kami sedang proses dengan investor dari luar. Namun, kami juga perlu memilih mana yang paling sesuai dengan visi Jala.ai ke depan,” ujar Aga.
     
    CMO Jala.ai, Guntur Kusuma Ardhy menambahkan bahwa JALA.ai juga akan melakukan penetrasi ke negara lain.
     
    “Setelah Indonesia, Asia Tenggara adalah target kami berikutnya. Aspek ini juga yang kami pertimbangkan dengan calon investor kami,” tutup Guntur. 
     
    Sampai saat ini Jala.ai mengklaim telah memiliki total jumlah 578 user dari 28 Perusahaan yang bergerak dibidang Property, otomotif, edukasi dan juga retail.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id