Akibat Virus Korona, Apple Peringatkan Investor Soal Target Pendapatan

    Cahyandaru Kuncorojati - 18 Februari 2020 09:40 WIB
    Akibat Virus Korona, Apple Peringatkan Investor Soal Target Pendapatan
    Toko ritel Apple.
    Jakarta: Apple menyadari dan mengakui bahwa virus Korona atau Covid-19 yang terjadi di Tiongkok bakal mempengaruhi bisnisnya. Konsekuensinya, pendapatan Apple bisa tidak memenuhi target untuk awal tahun 2020.

    Hal ini diumumkan oleh Apple kepada investornya, termasuk publik melalui situs resmi mereka. Diketahui bahwa fasilitas penyuplai dan perakitan komponen iPhone, Foxconn, di Tiongkok sempat ditutup di bulan Januari akibat virus Covid-19.

    "Kita tidak bisa berharap untuk mencapai target pendapatan yang sudah dibuat untuk kuartal di bulan Maret terkait dua faktor," tulis Apple dikutip dari Business Insider. Pertama adalah produksi iPhone yang melambat akibak virus Covid-19 dan kedua permintaan di pasar Tiongkok yang melesu.

    "Suplai iPhone untuk global akan sulit untuk sementara. Meskipun mitra produksi iPhone berada di luar provinsi Hubei tapi proses produksi masih lambat dibandingkan yang diharapkan," tulis Apple.

    "Kesehatan setiap orang yang ikut membantu proses produk masih menjadi prioritas. Suplai iPhone yang rendah sementara akan berimbas ke pendapatan global," jelas Apple.

    "Permintaan produk kami dari Tiongkok ikut berpengaruh. Banyak toko di Tiongkok tutup demikian juga mitra penjualan kami. Beberapa toko yang dibuka dengan batasan waktu mencatat minim sekali pengunjung," beber Apple. Namun diklaim bahwa permintaan di luar Tiongkok masih tinggi.

    Apple menyebutkan bahwa hasil pengamatan ini bisa terlihat dari laporan operasional mereka di bulan Januari. Meskipun per tanggal 10 Februari 2020 fasilitas produksi Foxconn sudah diizinkan beroperasi oleh pemerintah setempat, jumlah pekerja yang kembali masih sedikit.

    Hal tersebut berimbas ke kecepatan produksi iPhone di Foxconn yang belum 100 persen. Akibatnya produksi bulan ini diprediksi tidak bisa menutup kekurangan yang muncul karena momen penyebaran virus Covid-19 kemarin.

    Laporan yang dikutip dari The New York Times, dari 42 toko Apple yang ditutup di Tiongkok baru tujuh toko yang sudah dibuka kembali. Pada 14 Februari 2020, beberapa toko yang dibuka hanya beroperasi dalam durasi yang lebih cepat dibandingkan biasanya.

    Sebelumnya sempat diprediksi bahwa Apple dan Foxconn akan memindahkan porsi besar dari produksi iPhone ke fasilitas di India. Namun, rencana ini tampaknya tidak dilakukan setelah pemerintah Tiongkok mengizinkan pabrik-pabrik kembali beroperasi.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id