Mengenang Fernando “Corby” Corbató, Penemu Password

    Ellavie Ichlasa Amalia - 16 Juli 2019 10:53 WIB
    Mengenang Fernando “Corby” Corbató, Penemu Password
    Fernando “Corby” Corbató.
    Jakarta: Akhir Jumat lalu, ahli komputer lulusan MIT, Fernando "Corby" Corbató meninggal di rumahnya di Newton, Massachusetts ketika dia berumur 93 tahun. 

    Peneliti kelahiran Oakland itu memiliki andil dalam sejumlah penemuan dalam industri komputer. Salah satunya adalah password, yang dia kembangkan ketika dia membuat sistem untuk berbagi komputer. 

    Corbató memimpin pengembangan dari Computer Time-Sharing System (CTSS), yang dianggap sebagai sistem operasi pertama di dunia. Ini memungkinkan beberapa orang menggunakan satu komputer pada waktu yang sama, sehingga para programmer untuk bekerja lebih cepat.

    Selain itu, sistem itu juga disebut sebagai sistem operasi pertama yang menggunakan password, lapor The Next Web

    Berkat CTSS, para developer yang bekerja pada satu komputer dapat memiliki akun privat mereka. Dengan begitu, mereka dapat menyimpan dan melindungi program yang mereka kerjaan. 

    CTSS untuk memelopori versi awal dari email, pesan instan, dan program pemproses kata. Programmer dapat menulis kode dengan editor teks bernama QED, yang merupakan pendahulu dari ed, vi, dan kim.

    Ken Thompson, yang nantinya akan membuat bahasa pemprograman Go milik Google, juga berkontribusi dalam pengembangan QED. 

    Setelah mengembangkan CTSS, Corbató mulai bekerja pada proyek lain yang disebut Multics, yang memiliki dampak besar pada komputer bahkan hingga sekarang. Ia merupakan salah satu inspirasi Unix.

    Ia juga digunakan oleh Dennis Ritchie yang mengembangakan bahasa pemprograman C bersama Brian Kernighan. Bahasa pemprograman C masih digunakan hingga sekarang. 

    Proyek Corbató menginspirasi MIT untuk meluncurkan Project MAC, yang merupakan pembuka jalan untuk Laboratory for Computer Science, yang nantinya akan digabungkan dengan MIT Artificial Intelligence Lab dan menjadi Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL). 

    MIT CSAIL kini memiliki 600 peneliti dan berhasil memberikan kontribusi besar dalam pengembangan kecerdasan buatan. 



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id