Ilmuwan Temukan Air di Atmosfer Planet Luar Tata Surya

    Lufthi Anggraeni - 13 September 2019 16:41 WIB
    Ilmuwan Temukan Air di Atmosfer Planet Luar Tata Surya
    Ilmuwan menemukan uap air di atmosfer di planet berlokasi di luar sistem tata surya Bumi.
    Jakarta: Untuk pertama kali, ilmuwan berhasil mendeteksi keberadaan air di atmosfer pada planet serupa Bumi yang mengorbit di sistem tata surya berjarak jauh dari sistem tata surya lokasi Bumi berdiam.

    Dalam laporan ilmuwan tersebut, keberadaan air di atmosfer menjadi bukti bahwa elemen utama untuk kehidupan tersedia di luar sistem tata surya Bumi. Uap air ditemukan di atmosfer K2-18b, satu dari ratusan super-Bumi, dunia dengan ukuran berkisar antara Bumi hingga Neptunus.

    Uap air ini mendokumentasikan pertumbuhan bidang astronomi baru yang dikhususkan untuk eksplorasi dari planet yang disebut exoplanet di lokasi lain di galaxy Milky Way. Lebih dari 4.000 exoplanet dengan berbagai tipe dan ukuran yang terdeteksi secara keseluruhan.

    Temuan terbaru dilaporkan dalam penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan di University College London (UCL) dan diterbitkan pada jurnal Nature Astronomy. Astrofisika UCL Ingo Waldmann menyebut temuan air ini terungkap melalui Hubble Space Telescope.

    Hubble Space Telescope bertugas menganalisa cahaya bintang yang disaring melalui atmosfer K2-18b.

    Temuan ini menandai kali pertama ilmuwan menemukan di di atmosfer di sekitar super-Bumi, bertolak belakang dengan raksasa gas, bintang yang mengorbit di dalam zona habitat, berjarak dengan dengan lokasi air liquid yang berpotensi hadir di permukaan.

    Sementara itu, astronom UCL Angelos Tsiaras menyebut bahwa timnya memfokuskan perhatian mereka dalam mengidentifikasi exoplanets dengan kondisi serupa Bumi. Tsiaras menyebut cahaya matahari membutuhkan waktu beberapa menit untuk mencapai Bumi, sedangkan cahaya dari bintang K2-18b membutuhkan waktu berabad-abad.

    Selain jarak sangat jauh yang memisahkan Bumi dari K2-18b, exoplanet memiliki peluang terpapar lebih banyak radiasi dari Bumi, sehingga mengurangi prospek kehidupan mengalami evolusi di planet tersebut.

    Temuan ini disebut ilmuwan mendorong astronom lebih dekat dengan jawaban dari pertanyaan dasar terkait seberapa unik Bumi jika dibandingkan dengan planet dan benda langit lain di alam semesta.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id