VHO Percepat Unbranded Hotel Naik Kelas

    Mohammad Mamduh - 18 Februari 2020 14:45 WIB
    VHO Percepat Unbranded Hotel Naik Kelas
    Ilustrasi: Bitsrc
    Jakarta: Sejak Presiden Joko Widodo menetapkan pariwisata sebagai salah satu dari lima sektor unggulan atau sektor prioritas pembangunan, pariwisata menjadi sektor yang mendapat perhatian penuh pemerintah. Bentuk perhatian adalah pembangunan infrastruktur yang mengular dan menjalar ke berbagai destinasi wisata.

    Hingga 2024, Pemerintah Indonesia menetapkan sasaran strategis sektor pariwisata adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi 30 juta, sementara wisatawan domestik (wisdom) mencapai 350-450 juta. Target yang termasuk agresif, mengingat hingga tahun 2019 target pemerintah adalah membidik kunjungan wisman sebanyak 20 juta dan 275 juta wisdom.

    Sayangnya berdasarkan peringkat daya saing pariwisata dari laporan ‘The Travel and Tourism Competitiveness Report 2019 oleh World Economic Forum, Indonesia dengan kekayaan destinasi ternyata masih mengalami ketertinggalan. Untuk di kawasan Asia Tenggara saja, Indonesia masih berada di bawah peringkat Singapura, Malaysia, dan Thailand.

    Selain faktor ekosistem yang mendukung pariwisata, infrastruktur yang belum merata rupanya tantangan terbesar industri pariwisata adalah ketersediaan hotel yang masih rendah. Tantangan tersebut dapat dijawab melalui upaya memacu investasi dalam penyediaan hotel.

    Jalan tercepat lain tentu saja mendayagunakan potensi lokal seperti menggandeng properti-properti yang berpeluang disewakan hingga peningkatan kualitas hotel-hotel tanpa merek (unbranded hotel) yang banyak tersebar di Indonesia.

    Potensi untuk melipatgandakan ketersediaan kamar bagi wisatawan di tengah tren pesiar global itu sangat terbuka melalui kerja sama dengan Virtual Hotel Operator (VHO) yang menyasar segmentasi para traveller maupun turis lokal yang memiliki bujet yang minim dan menginginkan kamar standar, nyaman, dengan biaya murah, terlebih VHO yang berada di lokasi strategis.

    Hal ini berbeda dengan hotel konvensional yang mengandalkan pangsa pasar yang berbeda, seperti pasar meeting, incentives, conference, & exhibitions (MICE), pemerintah, dan korporat yang umumnya sudah jelas struktur ekonomi dan infrastruktur layanannya.

    Pada sisi lain, VHO ada di sisi krusial yang sangat diperlukan pemerintah yakni membantu teknologi komputerisasi untuk memudahkan transformasi bisnis dengan konsep 4P (Product, Price, Place, dan Promotion) hotel konvensional bintang satu hingga bintang tiga khususnya di kota-kota kecil. 

    Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat biaya peralihan dan penggunaan sistem komputerisasi membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga para pebisnis hotel bintang satu hingga bintang tiga akan lebih terbantu apabila bekerja sama dengan para VHO.

    Maraknya penggunaan online travel booking di Indonesia sejalan dengan transformasi digital yang terjadi secara global. Operator wisata dan perjalanan semakin melakukan penyesuaian dengan arus digitalisasi pada industri jasa.

    Sejak 2015, VHO menjadi salah satu solusi di tengah makin maraknya tren berpelesir dengan bujet terjangkau namun transparan. Data Statista per Juli 2019 menunjukkan bahwa nilai pemesanan kamar hotel secara daring di Indonesia diperkirakan mencapai USD2.200 juta sepanjang tahun ini dan pada 2023, nilai pemesanan hotel secara daring di Indonesia mencapai USD2.879 juta. Diproyeksikan pendapatan dari aktivitas pemesanan via online travel sekitar USD 4,29 juta sepanjang 2019.

    Studi kami mendapati lebih dari 100.000 unbranded hotel berupa penginapan kelas menengah ke bawah atau bintang satu, dua, tiga yang tidak mendapat peningkatan fasilitas sehingga belum memenuhi standar untuk menjadi hotel bintang tiga, empat, atau lima.

    Persoalan mendasar dari kelambatan unbranded hotel karena lambatnya pertumbuhan revenue atau penjualan kamar karena tidak pernah ‘dijual’ secara online dan hanya mengandalkan walk-in. Kedua, dengan potensi properti yang selama ini sudah ada, tidak dilakukan peningkatan fasilitas kamar seperti pengatur suhu ruangan (AC), televisi layar datar, ranjang (mattress), hingga perlengkapan kamar mandi dan kamar mandi yang bersih dan higienis.

    VHO Percepat Unbranded Hotel Naik Kelas

    Satu hal yang penting dan cenderung dilupakan unbranded hotel adalah penambahan fasilitas WiFi yang cukup kencang. 

    Teknologi mempercepat pertumbuhan pendapatan maupun keterisian kamar yang rata-rata mencapai peningkatan hingga 30 persen dalam tempo tiga bulan, hal ini didukung dengan jaminan transparansi antara kedua belah pihak.

    Hal ini belum termasuk peningkatan skala ekonomi yang terjadi ketika dilakukan peningkatan terhadap properti hotel yang menjalin kerja sama, satu contoh, tidak banyak disadari, batasan antara hotel melati dengan bintang satu hanyalah soal restoran. Hotel bintang satu wajib memiliki restoran sendiri.

    Melalui pendampingan VHO, restoran hotel menjadi ramai dan memicu perputaran ekonomi yang lain di sekitar tempat tersebut. Ini belum termasuk keuntungan dari peningkatan kualitas SDM berkat pelatihan-pelatihan yang dilakukan.

    Keberadaan VHO kerap dipertanyakan berbagai pihak terkait kepatuhannya terhadap hukum dan aturan yang ada di Indonesia. Beberapa pihak menganggap keberadaan VHO dapat meningkatkan perhotelan yang tidak memiliki izin usaha.
     
    VHO yang beroperasi di Indonesia akan memastikan bahwa mitra properti telah memiliki izin usaha, sebelum memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan mitra properti yang bersangkutan. Selebihnya, VHO akan membantu meningkatkan kualitas dari segi pelayanan dan memberikan standar terhadap properti tersebut, yang tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya pendapatan mitra properti.

    (Vice President Operations RedDoorz Adil Mubarak)



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id