TikTok akan Dipaksa Berhenti Beroperasi di AS

    Lufthi Anggraeni - 07 Oktober 2020 14:44 WIB
    TikTok akan Dipaksa Berhenti Beroperasi di AS
    TikTok berpeluang dipaksa berhenti beroperasi di Amerika Serikat jika tidak terjadi kesepakatan.
    Jakarta: Hakim Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan menggelar ajang dengar pendapat pada tanggal 4 November, satu hari setelah pemilihan presiden, untuk mengambil keputusan terkait larangan transaksi dengan TikTok.

    Aplikasi video berdurasi singkat populer ini dimiliki oleh ByteDance, manufaktur Tiongkok yang dikhawatirkan administrasi Trump menyerahkan data korporat dan personal penggunanya ke pemerintah Tiongkok di Beijing.

    Perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Trump pada bulan Agustus lalu memerintahkan ByteDance untuk melepaskan divisi operasional TikTok AS. Jika tidak sepakat, pemerintah AS mengancam untuk menghapus dan memblokir aplikasi TikTok dari toko aplikasi di negara tersebut.

    Awalnya, Presiden memberikan lampu hijau terkait kesepakatan yang akan menciptakan perusahaan baru bertajuk TikTok Global. Kesepakatan ini akan mengusung komposisi 80 persen milik ByteDance dan 20 persen lainnya dimiliki oleh perusahaan asal AS yaitu Oracle dan Walmart.

    Rencana awal yaitu bahwa TikTok Global akan menjadi perusahaan publik via IPO. Namun karena Presiden menyebut bahwa U.S Treasury menerima dana untuk partisipasi negara dalam kesepakatan TikTok, masih belum diketahui cara distribusi saham akan ditangani dengan peluang profit bernilai jutaan dolar yang dipertaruhkan.

    Sementara itu, keputusan pengadilan awal yang dikeluarkan Hakim Distrik AS Carl Nichols pada tanggal 27 September mencegah pemerintah AS memaksa Apple App Store dan Google Play Store menghapus aplikasi TikTok.

    Namun perintah saat ini bersifat sementara dan perintah eksekutif yang ditandatangani Trump lain terkait TikTok dan ByteDance baru akan mulai berlaku pada tanggal 12 November mendatang. Perintah ini akan menghentikan operasionalisasi TikTok di AS jika tidak terjadi kesepakatan untuk melepaskan aplikasi populer pada waktu tersebut.

    Menurut jadwal yang dikeluarkan pengadilan, tidak ada keputusan tentang masalah hukum apapun sebelum proses pengadilan berlangsung terkait TikTok, yang akan dikeluarkan paling cepat pada akhir bulan November mendatang.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id