Indosat Ooredoo Siap Gelar 5G, Tinggal Tunggu Regulasi

    Lufthi Anggraeni - 12 Desember 2019 09:05 WIB
    Indosat Ooredoo Siap Gelar 5G, Tinggal Tunggu Regulasi
    Indosat Ooredoo mengaku telah mempersiapkan diri menyambut kehadiran jaringan 5G di Indonesia.
    Solo: Peningkatan layanan menjadi fokus utama Indosat Ooredoo dibawah kepemimpinan Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indosat Ahmad Al-Neama. Hal ini diwujudkan dengan menambah jumlah BTS pendukung jaringan 4G miliknya di lebih banyak wilayah di Indonesia.
     
    Namun dengan kesiapan sejumlah negara lain dalam menggelar jaringan terbaru yang digadang lebih cepat yaitu 5G, kesiapan Indosat Ooredoo dalam menyambut jaringan ini dan menawarkannya untuk konsumen di Indonesia turut dipertanyakan.
     
    “Kami juga sudah mulai bersiap untuk menyambut jaringan 5G melalui perangkat pendukung yang sudah 5G Ready. Saat ini kami masih menunggu menyoal regulasi dan frekuensi dari pihak pemerintah. Kalau sudah, kami siap menggelar 5G,” ujar Chief Technology and Information Officer Indosat Ooredoo Dejan Kastelic.
     
    Sementara itu, jaringan 5G kini identik dengan berbagai produk yang berkemampuan untuk terhubung di internet, atau dikenal dengan istilah Internet of Things (IoT). Pihak pemerintah, diwakili oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika sempat menyarankan operator seluler untuk mulai terfokus pada solusi IoT.
     
    Saran ini didasarkan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika pada prediksi pendapatan operator yang tergolong fluktuatif jika hanya mengandalkan data internet untuk konsumen sebagai sumber utama.
     
    Menanggapi hal ini, Indosat Ooredoo mengaku telah bersiap untuk menyambut era baru ini di Indonesia, dengan mempersiapkan dukungan peralatan pendukung Narrowband IoT (NB IoT) di sejumlah kota.
     
    Chief Business Officer Indosat Ooredoo Intan Abdams Katoppo menjelaskan bahwa perusahaannya tengah mengembangkan kasus penggunaan dari jaringannya guna mendukung solusi IoT tersebut.

    Saat ini, ranah yang tengah difokuskan Indosat Ooredoo dalam pemanfaatan jaringan 5G untuk solusi IoT adalah di ranah agrikultur dan distribusi ritel. Intan turut menekankan bahwa Indosat Ooredoo terfokus dalam memanfaatkan komunikasi lebih efisien yang dapat mencakup area lebih luas.
     
    Disinggung soal penjualan lebih banyak menara telekomunikasi atau BTS miliknya, Indosat Ooredoo mengaku belum berencana untuk melakukan hal tersebut. Sebagai informasi pada bulan Oktober 2019 lalu, Indosat Ooredoo mengumumkan perjanjian jual beli dengan PT Dayamitra Telekomunikasi dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia. 
     
    Kedua perusahaan tersebut menjadi pemenang proses tender penjualan 3.100 menara telekomunikasi milik Indosat Ooredoo. Total transaksi pada perjanjian jual beli ini sebesar Rp6,39 triliun.


    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id