comscore

Kolaborasi Industri–Akademisi untuk Pengembangan Inovasi dan SDM

Mohammad Mamduh - 16 Juni 2022 10:44 WIB
Kolaborasi Industri–Akademisi untuk  Pengembangan Inovasi dan SDM
William Xu, Director of the Board and Chair of the Scientist Advisory Committee Huawei
Jakarta: William Xu, Director of the Board and Chair of the Scientist Advisory Committee Huawei, menjadi pembicara diskusi online berjudul “Kolaborasi Industri – Akademisi untuk Inovasi Bersama dan Pengembangan SDM” dalam ajang Times Higher Education's Asia Universities Summit.

Xu berbagi kisah tentang pendekatan dan praktik yang dilakukan Huawei dalam kolaborasinya dengan sejumlah perguruan tinggi untuk tujuan pengembangan inovasi, penelitian bersama, pengembangan SDM, dan penyelengaraan kompetisi teknologi. 
“Huawei bekerja sama dengan perguruan tinggi guna membangun platform yang terbuka dan inovatif untuk penelitian bersama dan pengembangan SDM. Upaya ini dilakukan dengan tujuan mengurai permasalahan yang dihadapi industri serta untuk menciptakan pencapaian yang luar biasa," papar William Xu.

Ia menambahkan bahwa Huawei telah menginvestasikan USD400 juta untuk kolaborasi dengan perguruan tinggi di tahun 2021, dan berencana berinvestasi lebih besar di masa depan untuk kolaborasi lebih mendalam.

Xu juga memaparkan pendekatan yang dilakukan Huawei dalam kolaborasinya dengan perguruan tinggi. Langkah pertama adalah membangun platform terbuka dan inovatif untuk penelitian bersama dan pengembangan SDM.

Perguruan tinggi merupakan suar bagi industri, oleh karena itu sudah sepatutnya mereka mendedikasikan diri pada penelitian dasar dan upaya mengatasi tantangan jangka panjang melalui berbagai penemuan, dari 0 ke 1.

Di sisi lain, industri harus memanfaatkan keunggulannya dalam bidang rekayasa untuk mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul, baik dalam hal rekayasa maupun industrialisasi.

Selain itu, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan kalangan usaha perlu menyelaraskan definisi mereka tentang “tantangan terbesar”. Dengan cara ini, mereka akan dapat mencapai kesepakatan bersama mengenai visi dan tantangan dalam industri serta menjajaki teknologi generasi berikutnya.

Dua faktor pendorong utama, yakni visi dan penelitian untuk penerapan di dunia nyata, akan mengarahkan industri dan akademisi dalam penelitian mereka mengenai teori dasar dan teknologi tingkat lanjut, serta dalam berbagai bidang.

Huawei bekerja sama dengan lebih dari 300 perguruan tinggi dan 900 lembaga penelitian di seluruh dunia. Di tahun 2021, perusahaan ini menginvestasikan USD400 juta untuk program kolaborasi dengan kalangan akademisi, yang mencakup kegiatan merancang materi perkuliahan dan program studi, pelatihan SDM bersama, serta kompetisi teknologi, seluruhnya bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangan SDM pada berbagai tingkatan.

Dari sudut pandang industri, Xu mengajukan lima aspek untuk kolaborasi industri-akademisi:
1. Dukungan terus menerus untuk penemuan terobosan dalam bidang penelitian dan teknologi dasar, serta inovasi terus menerus dalam industri;

2. Kerja sama untuk menentukan dan menyelesaikan permasalahan, dan menciptakan terobosan untuk mengatasi tantangan utama dalam industri;

3. Kerja sama guna optimalisasi desain program studi dan perkuliahan, serta mendorong penyelarasan industri-akademisi untuk mengembangkan SDM yang kian dibutuhkan industri;

4. Kerja sama untuk mendorong inovasi melalui pembangunan platform seperti laboratorium bersama, kompetisi teknologi, Chaspark, Seeds for the Future, dan program penelitian pascadoktor, guna mengidentifikasi dan mengembangkan SDM;

Di Indonesia, Huawei menggandeng 73 perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam berbagai program pengembangan SDM digital.

Terpisah, Ken Qi, Vice President, Director of the Board, Huawei Indonesia, mengungkapkan bahwa Huawei telah melatih lebih dari 60 ribu SDM digital, sebagai bagian dari targetnya untuk mengembangkan 100 ribu SDM digital sampai dengan tahun 2025. 

Di samping program pengembangan SDM digital, pada tahun 2020 lalu Huawei telah meluncurkan program Spark sebagai bagian dari upayanya untuk menghidupkan ekosistem perusahaan rintisan di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini bertujuan mendorong dan memprakarsai kolaborasi dalam ekosistem perusahaan rintisan. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan lebih banyak akses bagi pengguna Huawei Mobile dan Cloud kepada rangkaian luas ekosistem Huawei, baik melalui Huawei App Store maupun Cloud Marketplace.

Saat ini Huawei memiliki akses ke 197 perusahaan yang termasuk dalam daftar Global Fortune 500, selain itu Huawei App Store dan Cloud Marketplace saat ini memberikan akses ke 700 juta pengguna Huawei Mobile dan Cloud secara global. 

Lebih dari 40 perusahaan rintisan telah terdaftar sebagai peserta program Spark, sementara 1.000 lainnya dalam proses. Melalui program ini, Huawei akan menginvestasikan lebih dari USD100 juta dalam tiga tahun ke depan.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id