Presiden Microsoft Adukan Apple App Store ke Kongres

    Lufthi Anggraeni - 22 Juli 2020 09:00 WIB
    Presiden Microsoft Adukan Apple App Store ke Kongres
    Microsoft mengeluhkan tindakan Apple App Store yang dinilai menyulitkan pengembang kecil.
    Jakarta: Presiden Microsoft Brad Smith mengutarakan kekhawatirannya terkait tindakan Apple dengan App Store selama diskusi tertutup dengan anggota parlemen Gedung Putih di Amerika Serikat, meski diundang untuk alasan lain.

    Eksekutif Microsoft diundang untuk membagikan pengalaman saat Microsoft berselisih dengan pemerintah terkait antitrust berkenaan dengan biaya pajak pada tahun 1990-an. Kala itu, perusahaan software raksasa ini dituduh mempersulit konsumen untuk menginstal software di komputer berbekal peramban Internet Explorer.

    Microsoft dan pemerintah sepakat untuk menyelesaikan masalah dan Microsoft menandatangani nota kesepakatan yang telah lama berakhir. Pada bulan Juni lalu, Smith menyebut bahwa regulator seharusnya menginvestigasi peraturan yang digunakan berbagai toko aplikasi yang tersedia di sistem operasi berbeda.

    Smith mungkin tidak menyebutkan Apple App Store secara spesifik, namun perwakilan Microsoft kemudian menyebut bahwa toko aplikasi iOS ini merupakan toko aplikasi yang dimaksudkannya.

    Smith menyebut bahwa Apple menciptakan standar lebih tinggi di App Store, alih-alih persaingan yang adil, seperti tuduhan yang dihadapi Microsoft terkait Windows.

    Ajang dengar pendapat ini akan dilaksanakan pada pekan depan, bersama dengan CEO Apple Tim Cook, CEO Amazon Jeff Bezos, CEO Facebook Mark Zuckerberg, dan CEO induk perusahaan Google Alphabet Sundar Pichai.

    Eksekutif ini akan berdiskusi dengan House Judiciary Antitrust Subcommitee. Pada bulan Juni lalu, perwakilan David Cicilline menuduh Apple melakukan perampokan secara halus. Cicilline menyebut bahwa karena kekuatan pasar yang dimilikinya, Apple membebankan biaya tidak masuk akal.

    Hal ini disebutnya sebagai perampokan dan dinilai memaksa untuk membayarkan biaya 30 persen atau menolak akses ke pasar mereka. Tindakan ini mempersulit pengembang kecil yang tidak dapat bertahan dengan pembayaran tersebut.

    Sedangkan Google diinvestigasi terkait monopoli yang menampilkan produk karyanya di atas kompetitor lain, dan menuntut produsen smartphone untuk menginstal Chrome dan Search sebagai peramban default dan mesin pencarian pada perangkat Android versi berizin dari Google.

    Facebook juga dihadapkan oleh tuduhan terkait pangsa pasar media sosialnya yang mencakup Facebook, Messenger, dan Instagram. Facebook juga merupakan pemilik WhatsApp dan baru-baru ini membeli mesin pencari konten GIF, Giphy.

    Sementara itu, Amazon dituduh mengambil keuntungan dari pangsa pasar ecommerce miliknya yang besar.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id