Kominfo Bantah Terlambat Antisipasi Hoaks Virus Korona

    Lufthi Anggraeni - 03 Februari 2020 14:48 WIB
    Kominfo Bantah Terlambat Antisipasi Hoaks Virus Korona
    Kominfo membantah upayanya antisipasi penyebaran informasi hoaks menyoal virus korona terlambat.
    Jakarta: Virus korona kini menjadi salah satu informasi paling diperhatikan masyarakat sejak dilaporkan muncul di Wuhan dan mulai menyebar di beberapa negara di wilayah Asia.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika turut melakukan langkah antisipasi menyoal penyebaran informasi hoaks virus korona.
     
    Sejumlah pihak menilai langkah antisipasi yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini terlambat, dan kini dibantah oleh lembaga pemerintah tersebut. Kominfo menyebut penyebaran informasi hoaks bergerak lebih cepat dari persiapan lembaganya.
     
    “Tidak terlambat, yang lebih dulu bergerak itu adalah hoaks-nya. Bukan informasinya yang terlambat. Dan pengambilan keputusan kan dilakukan dalam waktu yang singkat,” tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.
     
    Sementara itu, berdasarkan penelusuran mesin ais miliki Kominfo, WhatsApp menjadi medium penyebaran informasi hoaks terbanyak. WhatsApp menjadi salah satu medium yang kerap digunakan untuk menyebarkan informasi, baik benar maupun palsu.
     
    Sebab, jelas Johnny, WhatsApp menghadirkan kemudahan bagi pengguna untuk meneruskan informasi, sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Namun, maraknya penyebaran informasi hoaks via WhatsApp tidak mendorong Kominfo untuk melakukan pembatasan terhadap akses ke aplikasi pesan instan ini.
     
    Kominfo menyebut justru akan mendorong masyarakat untuk secara aktif membagikan informasi yang benar via layanan ini. Kominfo menilai bahwa fungsi utama WhatsApp sebenarnya adalah untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi yang baik.
     
    Selain WhatsApp, Kominfo juga mengaku belum berencana untuk membatasi akses terhadap jaringan 4G, seperti yang terjadi di Indonesia, salah satunya jelang Pemilihan Presiden Indonesia 2019 lalu.
     
    Sebab, Kominfo meyakini peredaran informasi hoaks ini masih dapat diatasi dengan langkah preventif terlebih dahulu, dengan lebih mengedukasi masyarakat menyoal cara melakukan pemeriksaan terkait kebenaran informasi, serta menandai dan menyebarkan informasi terkait temuan hoaks.
     
    Sebagai salah satu langkah untuk mendorong masyarakat lebih teliti dan menghindari penyebaran informasi yang belum dipastikan kebenarannya, Kominfo mengaku telah bekerja sama dengan pihak operator seluler Indonesia.
     
    Kerja sama ini untuk menyebarkan imbauan secara serempak kepada pengguna seluruh operator seluler di indonesia via pesan teks. Pesan teks ini juga ditujukan Kominfo untuk membagikan informasi sah terkait perkembangan peredar virus korona, serta mengonfirmasi temuan informasi palsu.


    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id