Accenture: Pemimpin Perusahaan Melek Teknologi Jadi Penentu Masa Depan

    Mohammad Mamduh - 08 April 2021 12:17 WIB
    Accenture: Pemimpin Perusahaan Melek Teknologi Jadi Penentu Masa Depan
    Ilustrasi: Accenture



    Jakarta: Menurut Accenture Technology Vision 2021, teknologi merupakan tali pengaman selama pandemi global.

    Dengan adanya teknologi, perusahaan dapat menciptakan cara-cara baru dalam bekerja dan berbisnis, menciptakan interaksi dan pengalaman baru, serta meningkatkan kesehatan dan keamanan.






    Teknologi telah selamanya mengubah ekspektasi dan kebiasaan, dan menghadirkan kenyataan baru di setiap sektor industri.

    Para pemimpin yang berani, visioner dan menggunakan teknologi untuk menguasai perubahan akan menjadi penentu masa depan, menurut laporan tahunan ke-21 dari Accenture yang memprediksi tren teknologi kunci yang akan membentuk bisnis dan industri selama tiga tahun ke depan.
     
    Dalam laporan yang bertajuk “Dicari Pemimpin: Penguasa Perubahan di Masa Penentuan” digambarkan bagaimana perusahaan-perusahaan terkemuka mempersingkat transformasi digital selama satu dekade menjadi satu atau dua tahun.

    Dengan bergantung pada inti digital yang kuat untuk beradaptasi dan berinovasi secepat kilat, para pemimpin berhasil meningkatkan pendapatan 5 kali lebih cepat dari perusahaan yang saat ini lambat bergerak.

    Padahal pada saat rentang waktu 2015-2018, menurut riset dari Accenture para pemimpin hanya mampu bergerak 2 kali lebih cepat. Hasilnya adalah terciptanya gelombang perlombaan antar para perusahaan dalam menata ulang bisnisnya dan menggunakan inovasi teknologi untuk membentuk realitas baru yang saat ini sedang mereka hadapi.
     
    “Pandemi global mendorong perusahaan untuk melakukan percepatan ke masa depan. Banyak perusahaan termasuk di Indonesia memutuskan untuk menggunakan teknologi dengan cara-cara yang luar biasa, dengan kecepatan yang tadinya mereka anggap tidak mungkin, agar bisnis dan komunitasnya tetap berjalan," ungkap Kher Tean Chen - Country Managing Director, Accenture in Indonesia.

    "Sementara yang lainnya menghadapi kenyataan akan kegagalan mereka dan kekurangan fondasi digital yang dibutuhkan untuk berubah secara cepat.” 
     
    “Perusahaan perlu memikirkan kembali bagaimana aplikasi dikembangkan dan diterapkan, serta bersaing pada arsitektur teknologi agar lebih gesit dan fleksibel. Faktanya, hampir semua eksekutif (95 persen) di Indonesia menyatakan bahwa arsitektur teknologinya menjadi sangat penting demi kesuksesan perusahaan mereka secara keseluruhan,” sambung Retno Kusumawati, Managing Director of Technology, Accenture in Indonesia.
     
    Accenture melakukan survei ke lebih dari 6.200 pemimpin bisnis dan teknologi untuk laporan Technology Vision, dan 92 persen mengungkapkan bahwa perusahaan mereka berinovasi karena dorongan dan keharusan untuk bertindak tahun ini.

    Sebanya 91 persen eksekutif setuju bahwa untuk menguasai pangsa pasar di masa depan, berarti perusahaan mereka harus menetapkan pasar itu sendiri.
     
    Untuk membentuk masa depan, perusahaan harus menjadi penguasa perubahan dengan menerapkan tiga kunci penting. Pertama adalah kepemimpinan teknologi. Pemimpin masa depan adalah mereka yang menaruh teknologi di lini depan strategi bisnisnya.

    Kedua, pemimpin tidak menunggu kenormalan yang baru, mereka akan menata ulang, membangun realitas baru menggunakan pola pikir dan model yang sangat berbeda secara radikal.

    Terakhir, pemimpin akan mengemban tanggung jawab yang lebih besar sebagai masyarakat global, mendesain dan mengaplikasikan teknologi terencana untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar, daripada hanya untuk perusahaannya demi menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
     
    Satu pergeseran tenaga kerja terbesar dalam satu masa membuat bisnis harus memperluas batasan tentang perusahaan. Ketika orang dapat “membawa suasana kerja sendiri”, mereka mempunyai kebebasan untuk bekerja dengan lancar dari mana saja, baik itu di rumah, di kantor, di bandara, kantor mitra, atau tempat lainnya.

    Dengan model seperti ini, pemimpin dapat memikirkan kembali tujuan bekerja di setiap lokasi dan mendorong kesempatan untuk mereka-reka kembali bisnis di dunia baru ini. 81 persen eksekutif setuju bahwa perusahaan terdepan di industrinya akan mulai bergeser dari pendekatan tenaga kerja ‘Bawa Perangkatmu Sendiri’ menjadi ‘Bawa Suasana Kerjamu Sendiri’. 

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id