Instagram Umumkan Kebijakan Mekanisme Penonaktifan Akun

    Lufthi Anggraeni - 19 Juli 2019 18:08 WIB
    Instagram Umumkan Kebijakan Mekanisme Penonaktifan Akun
    Instagram mengumumkan pembaruan kebijakan terkait penonaktifan akun di platform miliknya.
    Jakarta: Instagram mengumumkan pembaruan kebijakan mekanisme penonaktifan akun, ditujukan untuk membantu dalam mendeteksi dan menghapus akun pelanggar kebijakan Instagram secara lebih cepat.

    Sebelumnya, Instagram akan menonaktifkan akun setelah akun mengunggah konten yang melanggar kebijakan Instagram hingga mencapai batas persentase tertentu. Kebijakan baru Instagram ini akan menghapus akun yang melakukan pelanggaran dalam jangka waktu tertentu.

    Pembaruan ini, disebut Instagram, ditujukan untuk membantu menegakkan kebijakan terkait penonaktifan akun secara lebih konsisten, serta mendorong pengguna untuk lebih bertanggung jawab atas konten yang diunggah di platform tersebut.

    Instagram turut memperkenalkan proses notifikasi baru guna membantu pengguna lebih menyadari saat akun berisiko dinonaktifkan. Melalui notifikasi ini, Instagram menyebut memberikan kesempatan bagi pengguna mengajukan banding atas konten yang dihapus.

    Jika konten dihapus akibat kekeliruan, Instagram menyebut akan mengembalikannya dan menghapus catatan pelanggaran yang dilakukan akun tersebut. Saat ini, opsi pengajuan banding masih dapat ditemukan via Pusat Bantuan Instagram.

    Instagram Umumkan Kebijakan Mekanisme Penonaktifan Akun

    Namun dalam beberapa bulan mendatang, Instagram menyebut akan menghadirkan opsi tersebut secara langsung via aplikasinya. Sebagai informasi, opsi pengajuan banding berlaku untuk konten pelanggar kebijakan menyoal ketelanjangan dan pornografi, perundungan dan pelecehan, ujaran kebencian, penjualan narkoba dan terorisme.

    Sebelumnya, menghadirkan cara baru untuk mengatasi perundungan online dengan menandai komentar dengan kecerdasan buatan dan menawarkan kemampuan bagi pengguna untuk membatasi akun yang memberi komentar secara publik pada unggahan mereka.

    Instagram juga dilaporkan segera menguji fitur yang memungkinkan pengguna untuk memblokir sementara pengguna lain, artinya pengguna dapat membatasi pengguna lain sehingga komentar yang diberikannya hanya dapat dilihat oleh pengguna lain tersebut.

    Sementara itu, Instagram mengumumkan program global bernama Akademi Instagram, disebut sebagai wujud kontribusinya dalam membantu bisnis wirausaha muda Indonesia dalam berkembang lebih besar dan bersinergi dengan pemerintah.

    Akademi ini terfokus untuk memberikan keterampilan digital entrepreneur kepada wirausahawan muda dalam memanfaatkan media sosial Instagram. Namun, program ini disebut Instagram bukan untuk bisnis baru, melainkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang sudah tumbuh.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id