TikTok Masuk dalam Pengawasan Keamanan Nasional AS

    Cahyandaru Kuncorojati - 04 November 2019 10:04 WIB
    TikTok Masuk dalam Pengawasan Keamanan Nasional AS
    Logo TikTok.
    Jakarta: Amerika Serikat terus memberikan status ancaman keamanan nasional kepada teknologi asal Tiongkok. Terbaru, aplikasi media sosial berbasis video TikTok atau yang dikenal sebagai Douyin di Tiongkok masuk dalam daftar pengawasan pemerintah Amerika Serikat.

    Kabar yang beredar menyebutkan bahwa aplikasi ini tumbuh memiliki banyak pengguna di Amerika Serikat. Informasi yang beredar nenyebutkan bahwa 60 persen dari 26m5 juta pengguna aktif bulanan aplikasi ini berada di Amerika Serikat.

    Pengguna di Amerika Serikat sebagian besar adalah remaja di usia 16-24 tahun. Dikutip dari New York Times, investigasi terhadap TikTok karena induk perusahaannya Byte Dance beberapa waktu lalu mengakuisisi perusahaan asal Ameriak Serikat yaitu Musical.ly yang punya layanan serupa TikTok.

    Keputusan pemerintah Amerika Serikat melakukan investigasi karena akuisisi yang dilakukan pada 2017 dilakukan tanpa izin dari Komite Investasi Luar Negeri AS. Angka akuisisinya juga termasuk fantastis yaitu mencapai USD1 miliar.

    Diduga, urgensi melakukan investigasi terhadap TikTok bukan hanya karena basis pengguna yang besar di Amerika Serikat. Jumlah unduhan selama setahun terakhir disebut dari riset firma SensorTower berhasil menyalip Facebook, Instagram, YouTube, dan Snapchat.

    "Kami tidak berkimentar mengenai proses yang sedang berlangsung, TikTok dengan jelas menyatakan memprioritaskan untuk memperoleh kepercayaan dari pengguna dan pihak berwenang di Amerika Serikat," tulis perwakilan ByteDance.

    Amerika Serikat menunjukan sikap yang masih keras terhadap pengaruh teknologi buatan Tiongkok terhadap negaranya. Isu keamanan siber yang mengancam keamanan nasional masih menjadi alasan utama di bahwa kepemimpinan Presiden Donald Trump.

    Sebelumnya, perusahan semikonduktor asal Singapura yaitu Broadcom gagal mengakuisisi Qualcomm. Kemudian Ant Financial yang merupakan anak bisnis Alibaba juga gagal menawarkan akuisisi kepada Moneygram. Paling ramai menjadi pembicaraan adalah Huawei yang dilarang menjalin bisnis dengan perusahaan asal Amerika Serikat.

    Saat ini Huawei perlahan mulai diizinkan berbisnis dengan perusahaan asal Amerika Serikat dengan catatan dan izin khusus. Kondisi yang mulai mengendur ini terdorong oleh banyaknya perusahaan Amerika Serikat yang berminat meneruskan bisnis dengan Huawei.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id