comscore

Huawei: Perbankan Perlu 3 Aspek Digital Demi Rangkul Nasabah

Mohammad Mamduh - 26 Desember 2017 10:44 WIB
Huawei: Perbankan Perlu 3 Aspek Digital Demi Rangkul Nasabah
Mohamad Rosidi, Director ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia.
Jakarta: Transaksi jual-beli telah melalui proses evolusi yang panjang, dimulai dari sistem barter, menjadi sistem uang, dan sekarang dengan cepat telah memasuki masa pembayaran digital.

Dengan populasi lebih dari 260 juta orang (terbesar ke-4 di Asia Tenggara), Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Ini didukung dengan tren pembayaran digital/non-tunai (cashless payment) dengan nilai transaksi lebih dari USD 18,6 miliar di tahun 2017 dan diprediksi akan mencapai USD36,6 miliar di tahun 2021. 
Di saat yang bersamaan, terdapat 280 juta koneksi telepon genggam, yang dimiliki oleh lebih dari 80 persen jumlah populasi di Indonesia. Namun, hanya 143 juta penduduk yang memiliki kartu debit dengan 117 juta penduduk lainnya yang belum memiliki rekening bank (unbanked people). 

Dari 117 juta penduduk ini, terdapat 100 juta penduduk yang memiliki telepon genggam. Hal ini menandakan bahwa masih besarnya jumlah populasi penduduk Indonesia yang memiliki telepon genggam namun tidak memiliki rekening bank.
 
Saat ini, pemerintah Indonesia secara terus-menerus fokus untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020. Melalui program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), transaksi non-tunai akan menjadi pilihan yang tepat untuk transparansi dan perhitungan pajak yang lebih baik.

Disamping itu, terdapat beberapa keuntungan utama dengan diterapkannya transaksi non-tunai, seperti transaksi yang lebih aman, mengurangi risiko penggunaan tunai, biaya penggunaan yang rendah, kemudahan penggunaan dan efisiensi, mendukung regulasi finansial, serta risiko yang lebih rendah terhadap praktik penipuan dan pencucian uang.

“Bank di Indonesia membutuhkan platform infrastruktur yang siap untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabahnya melalui 3 aspek penting, yakni Inovatif, Aset Ringan (Asset-Light) dan Handal,” ujar Mohamad Rosidi, Director ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia.  
 
Pertama, aspek Inovatif yang menawarkan layanan keuangan inklusif untuk meningkatkan pengalaman pengguna, membedakan layanan keuangan, mamiliki saluran yang beragam, dan di saat yang bersamaan memberikan transaksi yang bersifat real-time.

Kedua, aspek Aset Ringan (Asset-Light), yang memungkinkan bank menarik dan melayani nasabah mereka dengan biaya yang lebih rendah, tanpa investasi untuk membuka kantor cabang, meraih target nasabah dengan jaringan agen, serta mengurangi biaya belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex).

Ketiga, aspek Handal (Reliable), yang memposisikan bank sebagai penyedia layanan yang terpercaya dengan jaminan kehilangan data dan jaminan keamanan.

Perilaku nasabah perbankan juga telah berubah secara signifikan. Permintaan mereka sekarang ini nasabah lebih bergantung pada kebutuhan. Nasabah perbankan juga menginginkan terhubung dengan lembaga keuangan setiap waktu. 

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id