WhatsApp Batal Tampilkan Iklan di Aplikasinya

    Cahyandaru Kuncorojati - 17 Januari 2020 15:00 WIB
    WhatsApp Batal Tampilkan Iklan di Aplikasinya
    Logo aplikasi whatsApp.
    Jakarta: WhatsApp diakui jadi aplikasi messenger paling populer dan hal ini yang mencetuskan ide di perusahaan induknya, Facebook Inc, untuk menyediakan slot iklan di dalamnya. Kini rencana tersebut ditunda oleh Mark Zuckerberg.

    Kabar yang beredar melaporkan bahwa Facebook Inc mundur dari rencana menyediakan placement iklan di dalam WhatsApp. Hal ini diketahui dari informasi yang menyebutkan bahwa tim dibalik pengembangan rencana itu telah dibubarkan beberapa bulan lalu.

    Dikutip dari The Verge, selain tim tersebut dibubarkan, juga coding di dalam aplikasi yang sempat diketahui publik dilaporkan tidak lagi ditemukan. Media Wall Street Journal melaporkan bahwa Facebook Inc tetap masih punya rencana untuk mengintegrasikan iklan ke dalam fitur WhatsApp Status.

    Jadi nantinya tayangan iklan di WhatsApp Status akan mirip dengan iklan di Instagram Stories. Desain ini sempat dipamerkan Facebook beberapa waktu lalu sebagai bentuk prototype.

    Diketahui bahwa pendiri WhatsApp yaitu Jan Koum akhirnya memilih keluar dari Facebook Inc. di tahun 2018 lantaran akuisisi yang dilakukan Zuckerberg pada 2014 berencana memonetisasi layanan WhatsApp. Saat itu WhatsApp dibeli Facebook Inc dengan nilai USD22 miliar (Rp300,5 triliun).

    Facebook Inc saat itu ingin memanfaatkan WhatsApp untuk bisnis, jadi pemilik bisnis bisa berkomunikasi dengan pelanggannya lewat WhatsApp. Dua pendiri WhatsApp, Koum dan Brian Acton mengkritik karena bisa melemahkan sistem enkripsi atau perlindungan privasi aplikasi tersebut.

    Pengamat menilai bahwa Facebook masih menjadi media sosial yang besar untuk menghasilkan pendapatan bagi Zuckerberg. Namun, media sosial ini terlihat mulai menunjukan pertumbuhan yang lambat dibandingkan Instagram dan WhatsApp.

    Sejak lama dua pendiri WhatsApp memang dikenal sangat menolak kehadiran iklan yang menggangu di layanan digital. Zuckerberg sendiri menjadi miliuner dari Facebook karena menyediakan kesempatan bagi brand untuk beriklan.

    Pendapatan Facebook di kuartal ketiga tahun in disebut berasal dari iklan yang kontribusinya mencapai 98 persen. Meskipun begitu Facebook sendiri sedang bernasib kurang bagus karena berkali-kali dituding memiliki celah keamanan dengan banyak data penggunanya yang bocor ke internet.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id