Orang Indonesia Rata-rata Nonton 100 Video TikTok Sehari

    Gervin Nathaniel Purba - 15 November 2019 15:05 WIB
    Orang Indonesia Rata-rata Nonton 100 Video TikTok Sehari
    TikTok (Foto:shutterstock)
    Jakarta: Aplikasi TikTok tengah digandrungi di Tanah Air. Fenomena ini tak lepas dari perilaku masyarakat Indonesia yang aktif berinternet melalui ponsel.

    Dijelaskan oleh Head of Public Policy Indonesia, Malaysia, and Philipines TikTok Donny Eryastha, rata-rata orang Indonesia menggunakan internet di ponsel selama 3,9 jam per hari. Angka ini lebih tinggi daripada penduduk Asia Tenggara yang menggunakan selama 3,6 jam per hari.

    Dari lamanya durasi pemakaian internet, orang Indonesia khususnya pengguna TikTok, bisa menonton 100 video di TikTok dalam sehari dengan total 21 miliar viewers. Sementara, pengguna TikTok dari kalangan milenial pada umumnya bisa mengonsumsi 65 konten per hari.

    "Ini adalah angka yang menampilkan potensi konsumi TikTok di Indonesia," ujar Donny, ditemui pada acara Social Media Week (SMW) Jakarta 2019, di The Hall, Senayan City, Jakarta, Kamis, 14 November.

    TikTok merupakan short-form video platform. Disebut demikian karena durasi video yang ditampilkan antara 15 detik hingga satu menit.

    "Kalau durasinya setengah jam, mungkin enggak bisa 100 video per hari. Karena 15 detik, sering scroll ke bawah, enggak terasa sudah menonton 100 video," ujar Donny.

    Dengan durasi yang hanya sebentar, TikTok menyasar kalangan milenial. Berdasarkan penelitian, fokus milenial hanya sekitar delapan detik saja. Setelah itu, fokusnya akan beralih ke hal lain yang dianggap lebih menarik.

    Orang Indonesia Rata-rata Nonton 100 Video TikTok Sehari
    Head of Public Policy Indonesia, Malaysia, and Philipines TikTok Donny Eryastha (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

    "Misalkan saya setelah nonton lebih dari tiga detik, kalau tidak menarik akan langsung ganti," kata Donny.

    Tak puas hanya menjadi penonton, pengguna TikTok Indonesia juga aktif memproduksi konten sendiri. Terlebih, TikTok kerap memberikan tantangan untuk mendorong mereka membuat konten.

    "Kami juga terkejut dengan kecerdasan mereka dalam membuat konten. Semua musik yang ada di TikTok sudah jelas perizinannya, sehingga aman," katanya.

    Hingga saat ini, aplikasi TikTok tersedia di 150 negara dan didukung 75 bahasa. Kantor TikTok ada di 50 negara, termasuk Indonesia, yaitu di Jakarta.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id