Menkominfo Siapkan 4 Langkah Persiapan ASO dan Siaran Digital

    Cahyandaru Kuncorojati - 09 Juni 2021 18:43 WIB
    Menkominfo Siapkan 4 Langkah Persiapan ASO dan Siaran Digital
    Menkominfo Johnny G. Plate. (Kominfo)



    Jakarta: Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah menyatakan bahwa proses Analog Switch Off (ASO) atau nonaktif siaran analog beralih ke siaran digital bakal dimulai bertahap di sejumlah wilayah Indonesia secepatnya di tahun ini harus selesai sepenuhnya pada 2 November 2022.

    Di tahap awal yang akan dimulai paling lambat pada 17 Agustus 2021 nanti salah satu kawasan yang akan mulai sepenuhnya hanya menerima siaran digital alias ASO adalah kota Provinsi Aceh.

     



    Menkominfo Johnny G. Plate dalam sesi Dialog Produktif Tahap Pertama ASO untuk Warga Aceh yang digelar virtual dari Aceh menyatakan sudah ada empat langkah yang dipersiapkan untuk melakukan ASO dan bakal diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

    Pertama, Menkominfo sudah menugaskan pembangunan infrastruktur utama penyiaran digital yaitu multiplexing. Dia menyebutkan bahwa lembaga penyiaran tidak perlu lagi membangun, mengoperasikan, dan merawat infrastruktur sendiri. Jadi bisa menerapkan model berbagi (sharing) infrastruktur.

    Kebutuhan multiplexing sendiri sudah diperhitungkan di setiap daerah. Mereka menjamin setiap lembaga penyiaran dapat menggunakan salah satu multiplexing yang beroperasi di daerah siarannya.

    “Baik melalui TVRI sebagai lembaga penyiaran publik maupun penyiaran swasta yang mendapat penetapan sebagai operator multiplexing atau penyelenggara multiplexing,” ujarnya.

    “Pada tahap kedua, dengan siapnya infrastruktur multiplexing, maka setiap lembaga penyiaran harus mulai melakukan peralihan penyiaran digital dan dapat diawali dengan; siaran simulcast, yaitu siaran digital tanpa mengakhiri siaran analog,” jelas Menkominfo Johnny.

    Di sini Menkominfo ingin mengenalkan keberadaan dan manfaat dari siaran digital yang kualitasnya lebih bersih, jernih, dan lebih canggih kepada masyarakat. Di langkah ketiga adalah kelanjutannya yaitu pemenuhan kebutuhan perangkat televisi yang bisa menerima siaran digital.

    Menteri Johnny mengungkapkan saat ini, banyak televisi yang sudah dilengkapi dengan perangkat penerima siaran digital. Namun, tetapi tidak seluruhnya telah tersedia perangkat penerima siaran digital.

    “Oleh karena itu, dibutuhkan untuk menyiapkan Set-Top-Box (STB) juga sebagai alat bantu bagi rumah tangga yang masih menggunakan televisi analog atau belum tersedianya penerima digital di perangkat televisi masing-masing,” tuturnya.

    “Di sinilah peran sekaligus peluang bagi produsen dan pedagang elektronik untuk menyiapkan ekosistem dari siaran televisi digital, yaitu memasarkan produknya dengan seluas-luasnya,” ungkapnya.

    Di langkap keempat adalah sosialisasi kepada masyarakat dengan skema tertentu agar dapat menerima siaran saat ASO dilaksanakan. Pemerintah diklaim Menkominfo Johnny juga akan memberikan perhatian langsung kepada kalangan masyarakat tertentu yang membutuhkan perangkat untuk menerima siaran digital.

    “Ini menjadi tanggung jawab bersama-sama, baik pemerintah maupun juga ekosistemnya. Dalam hal ini tentu bersama-sama dengan lembaga-lembaga penyiaran. Program ASO adalah usaha berskala nasional dan melibatkan rantai ekonomi yang lintas industri mulai dari penyiaran, elektronika, perdagangan, media, sampai dengan telekomunikasi dan ekonomi digital,” jelas Menkominfo Johnny.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id