Leica Umumkan Q2 Monochrom

    Lufthi Anggraeni - 13 November 2020 12:17 WIB
    Leica Umumkan Q2 Monochrom
    Leica mengumumkan versi monokrom dari Leica Q2, bertajuk Leica Q2 Monochrom.
    Jakarta: Leica mengumumkan kamera monokrom terbarunya, Q2 Monochrom, varian dari versi Q2 standar yang diluncurkannya pada tahun 2019 lalu. Q2 Monochrom disebut secara khusus dirancang dengan sensor monokrom full-frame 47.3MP baru.

    Mengutip GSM Arena, sensor baru ini dikombinasikan dengan Summilux 28mm F/1.7 ASPH, lensa utama dari Leica Q2 versi standar. Lensa tersebut merupakan lensa fix sehingga memiliki fleksibilitas terbatas, terutama karena merupakan lensa utama.

    Meskipun demikian, kamera menawarkan mode crop ke zoom pada subyek dengan penurunan resolusi. Leica Q2 Monochrom berbekal kemampuan IS 100.000 berkat sensor monokrom yang mendukungnya.

    Selain itu kamera ini juga berbekal sistem autofokus lebih cepat yang dapat terkunci dalam waktu 0,15 detik. Kamera ini juga berbekal kemampuan memotret burst 10fps pada resolusi penuh. Jika pengguna tertarik untuk merekam video monokrom, Q2 Monochrom juga dapat merekam dalam resolusi 4K dalam 24fps dan 30fps.

    Kamera ini juga memungkinkan pengguna merekam video 1080p dalam 24fps, 30fps, 60fps dan 120fps. Namun sayangnya, kamera ini tidak didukung konektivitas headphone atau jack mikrofon.

    Leica telah memodifikasi menu dan menghapus seluruh pengaturan tidak relevan dengan kamera monokrom. Pengguna hanya akan mendapati tiga filter warna yang sesuai dengan fotografi hitam putih, termasuk biru, sepia, dan selenium.

    Sedangkan spesifikasi lain yang diusung oleh Leica Q2 Monochrom ini serupa dengan Leica Q3 versi standar. Sebagai informasi, kamera monokrom tidak memiliki filter warna pada sensor, memungkinkan sensor untuk menangkap lebih banyak cahaya.

    Hal ini menjadi alasan kamera monokrom memiliki kemampuan lebih baik pada foto dalam kondisi pencahayaan redup serta dynamic range lebih baik. Gambar juga diklaim akan tampilan piksel yang lebih jelas sebab tidak ada kekacauan yang disebabkan oleh demosaicing algoritma.

    Noise pada kamera monokrom juga tidak lebih jelas karena tidak ada noise kromatik dan noise cahaya terlihat tidak mengganggu secara signifikan.

    Selain itu, absennya warna berarti tidak ada penyimpangan warna dan masalah terkait warna lainnya. Hasil dari output sensor ini, saat dikombinasikan dengan sensor full-frame dan lensa cepat, akan memugkinkan pengguna memperoleh kualitas gambar terbaik.

    Bagi pengguna penggemar foto monokrom, memiliki kamera monokrom khusus akan selalu dapat menghadirkan hasil lebih baik ketimbang memotret dengan kamera berwarna dan mengubahnya menjadi monokrom setelahnya.

    Seperti kamera Leica lainnya, harga selalu menjadi hambatan bagi konsumen yang ingin membelinya. Leica menawarkan Q2 Monochrom ini seharga USD5.995 (Rp85,2 juta), USD1000 (Rp14,2 juta) lebih mahal dari versi standar.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id