Soal TKDN, Black Shark: Indonesia Paling Sulit di Dunia

    Cahyandaru Kuncorojati - 13 November 2019 20:37 WIB
    Soal TKDN, Black Shark: Indonesia Paling Sulit di Dunia
    Black Shark 2 Pro.
    Jakarta: Black Shark resmi meramaikan pasar smartphone gaming premium di Indonesia, bukan cuma ASUS ROG Phone. Tentu saja proses pemenuhan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) menjadi syarat utama setiap ponsel bisa dijual di Indonesia.

    Mengingat Black Shark masih pemain baru ternyata mereka menanggapi proses TKDN menyulitkan perusahaannya. Hal ini disampaikan dalam sesi teardown Black Shark 2 Pro di Jakarta hari Rabu, 13 November 2019, oleh Country Manager of Black Shark Indonesia, Roy Zhang.

    Zhang tidak segan menyebut sulit untuk mendapatkannya. Medcom.id melaporkan sebelumnya bahwa Black Shark 2 Pro dan Black Shark 2 lebih dulu dirilis di Malaysia sebelum Indonesia.

    "Peraturan TKDN di Indonesia yang paling sulit di dunia. Kami mendapatkannya baru beberapa minggu lalu," ujar Zhang sambil tertawa kecil. Dia cukup bersyukur Black Shark bisa mendapatkannya dan merilis dua varian smartphone gaming buatannya beberapa minggu lalu.

    Produk Black Shark bisa memenuhi TKDN dengan menggunakan jalur hardware, bukan opsi software. Zhang mengungkapkan mereka bekerja sama dengan fasilitas manufaktur lokal PT Panggung Electric Citrabuana yang berbasis di Surabaya.

    Pusat perakitan dan manufaktur yang akrab disebut PT Panggung ini tidak asing di Indonesia dan bukan pesaing baru dari PT Sat Nusapersada. Perusahaan berbasis di Sidoarjo ini sudah dipercaya oleh Huawei, ZTE, dan Hisense beberapa waktu lalu untuk mengerjakan MiFi dan smartphone CDMA dan era awal 4G.

    "Kami tidak menyangka penjualan awal langsung sold out. Ternyata kesulitan tadi juga dibarengi pertanda baik. Sejauh ini kami sudah punya delapan service center yang tersebar di seluruh Indonesia," jelas Zhang.

    Black Shark menggandeng layanan perbaikan Unicom untuk service center. Merek layanan ini diketahui memang menerima perbaikan produk dari beberapa merek sekaligus.

    Zhang menyatakan kegigihan Black Shark mendapatkan sertifikasi TKDN karena melihat industri game di Indonesia tumbuh dengan cepat jadi dinilai sebagai pasar potensial.

    Boleh dibilang Black Shark masih lebih beruntung dari ASUS ROG Phone generasi pertama. Smartphone gaming ASUS ini sudah dirilis dengan mengumumkan harga serta masa pemesanan. Namun, produknya tidak sampai ke pasar karena terganjal sertifikasi TKDN dari opsi software.

    Kabar terakhir dari ASUS disebutkan ASUS ROG Phone generasi kedua sudah siap dirilis di Indonesia dengan menggunakan jalur TKDN opsi hardware. Kini tinggal menunggu tanggal pengumuman dari ASUS Indonesia karena di global telah dirilis beberapa bulan lalu.



    (ADM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id