Berencana Lepas Saham, Airbnb Justru Merugi

    Cahyandaru Kuncorojati - 14 Februari 2020 15:40 WIB
    Berencana Lepas Saham, Airbnb Justru Merugi
    Logo Airbnb.
    Jakarta: Nama Airbnb sebagai startup yang menawarkan layanan untuk menyewakan rumah sebagai penginapan (host) atau mencari penginapan (guest) sudah terkenal. Startup ini juga termasuk sebagai unicorn yang sangat sukses di dunia.

    Dikabarkan bahwa tahun ini Airbnb berencana melakuakn IPO (Initial Public Offering) alias melepas sahamnya ke publik. Kesuksesan mereka akan dinilai dari valuasi perusahaannya, sayangnya valuasi mereka terancam menurun drastis akibat kerugian yang diderita.

    Dikutip dari Recode, Airbnb diketahui beberapa tahun belakang mengalami kerugian. Hal ini cukup serius karena bisa mempengaruhi keputusan investor yang akan membeli saham mereka.

    Laporan dari Wall Street Journal yang dikutip Recode melaporkan Airbnb di sembilan bulan pertama tahun lalu mengantongi kerugian mencapai USD322 juta atau sekitar XXX. Di kuartal ketiga mereka mengantongi profit sebesar USD200 juta, tapi angka ini masih lebih rendah dari kuartal yang sama di 2018.

    Perlahan pengeluaran Airbnb dinilai mulai melampaui pendapatan mereka. Airbnb dinilai berniat menjual saham mereka di saat kondisi finansial tidak bagus. Sebelumnya startup unicorn ini punya valuasi USD30 miliar.

    Rangkuman yang dikutip, ada beberapa faktor yang menyebabkan pengeluaran Airbnb membengkak dan memakan pendapatan mereka. Pertama adalah investasi di bidang keamanan.

    Beberapa guest atau pencari penginapan mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan seperti rasisme dari host atau penyedia penginapan. Kemudian beberapa guest ternyata memanfaatkan layanan Airbnb untuk mengubahnya menjadi tempat pelacuran.

    Airbnb akhirnya berinvestasi dengan melakuakn verifikasi ke semua penyedia penginapan dan menyediakan contact center untuk kondisi darurat atau keamanan pengguna. Usaha ini diklaim menghabiskan USD150 juta.

    Kedua adalah biaya operasional bisnis dan teknologi. Airbnb bukan pemilik aset penginapan, mereka hanya platform yang menediakan layanan. Namun tetap saja mereka harus menggaji pegawai, membayar biaya operasional kantor, dan dan lainnya.

    Seriring pertumbuhan bisnis mereka dilaporkan bahwa pada kuartal ketiga 2019, Airbnb harus mengeluarkan biaya USD175 juta. Ketiga adalah biaya pemasaran (marketing). Biaya pemasaran juga terbilang langkah yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan.

    Airbnb mengeruk keuangan mereka untuk biaya pemasaran cukup besar. Recode melaporkan bahwa kuartal pertama 2019 Airbnb menghabiskan USD367 juta, 58 persen lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

    Tidak sampai disitu, kegigihan Airbnb mengakuisisi startup yang memiliki model bisnis atau layanan serupa juga membuat pengeluaran mereka makin besar. Airbnb mengakuisisi HotelTonight dan Urbandoor yang sebetulnya mengubah mereka menjadi perusahaan penyedia layanan perjalanan yang lengkap.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id