Harapan Beberapa Startup Indonesia di HUT ke-74 RI

    Lufthi Anggraeni - 17 Agustus 2019 09:52 WIB
    Harapan Beberapa Startup Indonesia di HUT ke-74 RI
    Startup asal Indonesia juga menyampaikan harapannya untuk Indonesia di HUT ke-74.
    Jakarta: Tanggal 17 Agustus menjadi momen yang dirayakan oleh seluruh warga Indonesia, sebab menandai kemerdekaan Tanah Air dari bangsa penjajah. Peringatan kemerdekaan ini terus diperingati masyarakat sebagai pecutan untuk terus berkarya dan berusaha.

    Kemerdekaan Indonesia kini juga diisi oleh kebebasan masyarakat dalam menciptakan usaha, mendorong kemunculan ratusan atau bahkan ribuan perusahaan rintisan yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah startup.

    Kemerdekaan yang dimaknai oleh lapisan masyarakat terutama pemerintah, mendorong perusahaan rintisan ini menjadi perusahaan besar yang kini menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

    Gelombang kemunculan startup yang paling fenomenal di Indonesia diawali oleh ranah transportasi online dan e-commerce, kemudian merambah ke ranah layanan finansial digital termasuk dalam bentuk pembayaran tanpa uang tunai, dompet digital dan pinjaman online.

    Hari penting bagi negara Indonesia ini juga menorehkan harapan pada perusahaan rintisan ini, termasuk Qlue, Bukalapak, dan Ovo. Tidak hanya berharap yang terbaik bagi kelangsungan perusahaan masing-masing, startup asal Indonesia ini juga menyuarakan harapan untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan.

    “Selamat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Mari mempererat persatuan dan kesatuan, serta bekerja sama mendukung pemerintah dalam mewujudkan akses finansial yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Director OVO Harianto Gunawan.

    “Indonesia memiliki mimpi, semangat dan harapan yang besar untuk menjadi bangsa yang besar dan maju. Kami berharap kehadiran OVO sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital dapat mendukung peningkatan inklusi keuangan serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” tambah Harianto.

    Sebagai informasi, PT Visionet Internasional merupakan perusahaan yang menaungi layanan keuangan digital bermerek OVO. Layanan ini diluncurkan pada September 2017 setelah memperoleh izin Bank Indonesia pada Agustus 2017.

    Hingga akhir 2018, jumlah pengguna OVO telah tumbuh lebih dari 400 persen, dengan tiga transaksi terbesar di sektor ritel, transportasi dan e-commerce.

    OVO hadir di 115 juta perangkat di lebih dari 300 kota di Indonesia dan telah bekerja sama dengan lebih dari 500,000 pedagang, termasuk pelaku UMKM.

    Harapan serupa juga disuarakan oleh Qlue yang lebih dikenal masyarakat di awal kemunculannya sebagai aplikasi pendukung aktivitas pelaporan pemerintah provinsi DKI Jakarta, meski saat ini juga telah bekerja sama dengan pemerintah sejumlah provinsi lainnya.

    Qlue secara resmi berdiri pada 12 Februari 2016, namun aplikasi Qlue telah beredar di publik sejak diluncurkan pada Desember tahun 2014 bersama mitra pertama mereka Pemprov DKI Jakarta pada program Jakarta Smart City. Nama dari Qlue sendiri berasal dari kata "petunjuk" yang "berkualitas".

    “Dengan semakin banyaknya startup di bidang teknologi yang ada di Indonesia, serta diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang cepat dan merata, dan inovasi teknologi di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) yang semakin pesat, saya berharap Indonesia bisa lebih cepat mencapai industri 4.0 dan memperkuat ekosistem digital Indonesia,” ujar  Pendiri dan CEO Qlue Raditya Maulana Rusdi. 

    “Saya juga berharap perkembangan dunia startup digital di Indonesia bisa menciptakan perubahan positif dan membantu memberikan social impact kepada masyarakat. Seperti kami di Qlue, yang ingin mempercepat perubahan positif di seluruh dunia. Bagi kami, merdeka adalah bagaimana kita berkomitmen untuk menciptakan perubahan positif bagi Indonesia,” tambah laki-laki yang akrab disapa Rama Raditya ini.

    Bukalapak sebagai salah satu perusahaan rintisan pertama yang meraih gelar startup unicorn, turut mengungkapkan harapannya untuk Indonesia pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke 74 tahun pada tahun 2019 ini.

    “Sebagai perusahaan teknologi yang lahir, dan tumbuh besar di Indonesia, harapan kami di HUT RI yang ke-74 tahun adalah agar Bukalapak terus menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang menyeluruh bagi Indonesia melalui pembangunan ekosistem digital yang tangguh serta pengembangan masyarakat yang inklusif. Berbagai program dan inisiatif menjadi bidikan kami selanjutnya, salah satunya adalah mendukung dalam penerapan e-Government,” ujar Pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

    “Tidak berhenti di sana, kami juga akan terus menaikkelaskan UMKM tanah air, meningkatkan adopsi teknologi dan ekonomi masyarakat melalui program Mitra Bukalapak dan terus meningkatkan demand untuk produk lokal Indonesia melalui program BukaGlobal. Semua inisiatif yang dilakukan tidak lain adalah untuk mendukung kemajuan Indonesia,” tambah Zaky.

    Bukalapak berdiri sejak tahun 2010, oleh tiga pendiri Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan M. Fajrin Rasyid. Saat ini, Bukalapak telah bermitra dengan lebih dari empat juta penjual, dan memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif, serta lebih dari dua juta Mitra Bukalapak di seluruh Indonesia.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id