File Media WhatsApp dan Telegram Tidak Aman?

    Lufthi Anggraeni - 16 Juli 2019 08:01 WIB
    File Media WhatsApp dan Telegram Tidak Aman?
    Peneliti Symantec menyebut WhatsApp dan Telegram memiliki celah keamanan di file media.
    Jakarta: Symantec merilis laporan terbaru terkait layanan pesan instan. Peneliti Symantec menjelaskan cara peretas menggunakan aplikasi berbahaya untuk memanipulasi file media secara diam-diam melalui layanan WhatsApp dan Telegram.

    Di Android, aplikasi dapat memilih untuk menyimpan media seperti file gambar dan audio, di ruang penyimpanan internal melalui aplikasi atau ruang penyimpanan eksternal sehingga tersedia untuk aplikasi lainnya.

    WhatsApp secara bawaan menyimpan media ke ruang penyimpanan eksternal, dan Telegram juga melakukan hal yang sama hingga fitur Save to Gallery diaktifkan. Menurut peneliti, desain ini berarti malware dengan akses ruang penyimpanan dapat digunakan untuk mengakses file media WhatsApp dan Telegram, bahkan sebelum pengguna menemukannya.

    Sebagai contoh, jika pengguna mengunduh aplikasi berbahaya, dan kemudian menerima foto di WhatsApp, peretas dapat memanipulasi gambar tanpa penerima menyadarinya. Secara teoritis, peretas juga dapat mengubah pesan multimedia yang dikirimkan pengguna.

    Peneliti menyebut serangan ini dengan nama Media File Jacking. Di berbagai sisi, serangan ini merupakan permasalahan yang telah diketahui dan menjadi perang antara privasi dan aksesibilitas untuk aplikasi pesan di Android.

    Dengan menggunakan pengaturan ruang penyimpanan eksternal, yang banyak digunakan, aplikasi lebih kompatibel dengan aplikasi lainnya, memungkinkan gambar dan data lain untuk dipindahkan secara lebih bebas.

    Telegram tidak segera memberikan respon saat dimintai komentar oleh The Verge terkait permasalahan ini. Sedangkan perwakilan WhatsApp menyebut bahwa mengubah sistem ruang penyimpanannya akan membatasi kemampuan layanan untuk berbagi file media, dan memunculkan permasalahan privasi baru.

    Dalam pernyataannya, WhatsApp menyebut tengah melakukan investigasi intensif pada permasalahan ini dan pertanyaan serupa sebelumnya terkait dengan ruang penyimpanan mobile yang berpengaruh pada ekosistem aplikasi.

    WhatsApp juga mengaku telah melakukan tindakan terbaik yang disediakan oleh sistem operasi untuk ruang penyimpanan media dan berupaya untuk menyediakan update yang selaras dengan pengembangan yang terdapat di Android.

    Tidak hanya aplikasi pesan instan, peneliti Symantec juga menyebut bahwa pengguna umumnya mempercayai aplikasi terenkripsi untuk melindungi integritas dari identitas pengirim dan konten pesan tersebut. Namun, peneliti juga menuliskan bahwa tidak akan kode yang kebal pada kerentanan keamanan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id