Twitter Mulai Uji Fitur Follow Grup di Android

    Lufthi Anggraeni - 07 Oktober 2020 10:39 WIB
    Twitter Mulai Uji Fitur Follow Grup di Android
    Twitter mengumumkan pengujian fitur baru pada sejumlah pengguna aplikasi versi Android.
    Jakarta: Twitter kerap menguji fitur baru di seluruh aplikasi mobile karyanya, dan baru-baru ini, jejaring sosial tersebut melakukan sejumlah perubahan pada fitur pemotongan otomatis, serta mulai menguji menu ‘baca sebelum membagikan’ di iOS.

    Mengutip Phone Arena, Twitter kini mengumumkan pengujian lain dan tersedia pada beberapa pengguna Twitter versi Android. Fitur terbaru Twitter ini melibatkan saran untuk mengikuti sekelompok akun relevan pada halaman profil dari seseorang yang baru saja diikuti pengguna.

    Akun tersebut dapat diikuti hanya dengan satu ketukan, atau pengguna dapat memilih untuk menghilangkan saran akun yang tidak diminati. Algoritma Twitter diperkirakan menghasilkan daftar akun berdasarkan konten yang dibagikannya.

    Fitur ini menggantikan kotak saran yang sebelumnya tersedia, menampilkan tiga pengguna dan menyediakan opsi untuk melihat lebih banyak akun relevan. Twitter belum menyediakan informasi lebih lanjut menyoal pengujian ini.

    Namun jika terbukti populer di kalangan pengguna, fitur ini diperkirakan juga akan didistribusikan ke aplikasi versi iOS via pengujian sebelum didistribusikan kepada seluruh pengguna.

    Sebelumnya, pada tanggal 2 Oktober 2020 dini hari waktu setempat, akun milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, @realDonaldTrump menyampaikan bahwa dia dan istrinya positif terjangkit Covid-19.

    Trump menuliskan bahwa dirinya dan Melania Trump positif terjangkit Covid-19 serta, akan memulai proses karantina dan pemulihan. Cuitan ini ternyata ramai direspons oleh banyak pengguna Twitter.

    Pada pukul 14.50 WIB tanggal 2 Oktober 2020 Medcom.id mencatat cuitan Twitter tersebut sudah dicuitkan ulang (retweet) sebanyak lebih dari 255 ribu kali, di-quote tweet alias dicuitkan ulang dengan komentar sebanyak 325 ribu kali.

    Sementara itu, Microsoft bukan satu-satunya perusahaan teknologi besar yang berminat membeli TikTok operasional Amerika Serikat. Kini giliran Twitter juga dirumorkan mau ikutan membeli saham TikTok apabila ByteDance mau melepas bisnis media sosial viral ini di negara tersebut.

    Langkah Twitter ini sepertinya tidak terlepas dari surat perintah langsung (executive order) dari Presiden Donald Trump kepada induk TikTok, ByteDance, untuk melepaskan kepemilikan operasionalnya di Amerika Serikat sehingga diklaim bisa bebas dari pengaruh Tiongkok.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id