Imbas Isu Spionase, Super Micro Kurangi Komponen Tiongkok

    Cahyandaru Kuncorojati - 06 Mei 2019 13:15 WIB
    Imbas Isu Spionase, Super Micro Kurangi Komponen Tiongkok
    Produk server Super Micro.
    Jakarta: Nama Super Micro sebagai produsen motheboard dan komponen untuk PC termasuk server sempat ramai di Oktober tahun lalu. Produk motherboard mereka yang digunakan di Apple dan Amazon dikabarkan berisi alat mata-mata atau spionase Tiongkok.

    Pihak Apple dan Amazon menyatakan sistem mereka aman dan dugaan tersebut tidak terbukti. Badan intelijen Amerika Serikat dan pakar kemanan siber di sana tetap menyatakan dugaan tersebut berdasarkan bukti di lapangan.

    Kini, kabar terbaru menyebut bahwa Super Micro mulai mengurangi komponen buatan Tiongkok di dalamnya. Artinya perusahaan tersebut tidak akan menggunakan komponen produksi supplier yang memiliki basis manufaktur di negara tersebut.

    Dikutip dari Nikkei Asian Review, langkah ini diambil Super Micro untuk meyakinkan konsumen mereka bahwa produk mereka tidak disusupi oleh alat spionase Tiongkok. Tahun lalu firma keamanan siber Appleboum menemukan supplier di Guangzhou menyusupi komponen seukuran lebih kecil dari butir beras di dalam produk Super Micro.

    Super Micro bukan satu-satunya perusahaan yang mengambil langkah ini. Fakta di lapangan menyebut sebagian besar motherboard dan komponen server di dunia menggunakan produk yang dirakit di Tiongkok.

    Di 2017, sebanyak 90 persen motherboard dari 13,9 juta server yang dikirimkan ke seluruh dunia berasal dari manufaktur Tiongkok. Di 2018 jumlahnya menurun menjadi 50 persen saja dari 15,2 juta server menurut data riset Digitimes Research.

    Terlepas dari kasus spionase yang mempertegang hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok. Efek perang dagang antar kedua negara juga disebut menggangu bisnis Super Micro karena pajak perdagangan yang tinggi.

    Padahal 60 persen pendapatan Super Micro berasal dari pasar konsumen Amerika Serikat. Sejak kasus tersebut penjualan bisnis komponen server disebut menurun hingga diprediksi menyentuh 10 persen. Melanjutkan langkah terbarunya, Super Micro juga mulai membangun fasilitas manufaktur di Taiwan.

    Kasus spionase di dalam produk Super Micro memang kontroversial. Pihak klien atau penggunanya seperti Apple dan Amazon menyatakan sama sekali tidak ada celah keamanan yang ditemukan dari produk Super Micro.

    Di pihak pemerintah Amerika Serikat, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat justru menyatakan dukungan kepada Apple dan Amazon. Namun, badan FBI tetap melakukan penelusuran atas pemberitaan Bloomberg dan temuan firma Appleboum di fasilitas manufaktur Tiongkok.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id