• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 esport  

Indonesia Siap Menggagas Liga Esport Asia

Wandi Yusuf - 09 November 2018 16:46 wib
Chief Marketing Officer GDP Venture Danny Oei Wirianto. Foto:
Chief Marketing Officer GDP Venture Danny Oei Wirianto. Foto: Medcom.id/Wandi Yusuf.

Nusa Dua: Chief Marketing Officer GDP Venture, Danny Oei Wirianto, punya mimpi menggagas liga esport atau olahraga elektronik tingkat Asia. Menurutnya, Indonesia perlu merebut pasar esport Asia setelah sukses meluncurkan Liga Nasional ESport melalui Indonesia ESport Premier League (IESPL) pada Agustus lalu.
 
"Kita mau bikin Asian League, tapi step by step. Kita harus punya liga nasional yang mapan dulu. Karena, sebelum ada liga, kejuaraan yang ada di Indonesia selama ini sebatas turnamen," kata Danny, di hari terakhir penyelenggaraan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) di Nusa Dua, Bali, kemarin.
 
Danny mengaku tengah membangun perangkat untuk menciptakan liga regional. Saat ini ia tengah sibuk membangun objektivitas penilaiannya.
 
"Seperti Liga Nasional, Liga Asia juga rencananya main setiap minggu. Seperti liga sepak bola," katanya.
 
Sebelum menuju ke sana, Danny kini tengah fokus merawat IESPL. Turunan liga ini pun akan segera dirintis, yakni Liga Divisi II hingga Liga Mahasiswa. "Sehingga kita bisa menerapkan sistem degradasi," ujarnya.
 
Konsep liga penting diterapkan pada bidang esport   Apalagi olah raga ini tengah digemari oleh remaja di dunia. Ceruk pasarnya besar mencapai USD1,1 miliar. Bagi atletnya, cabang adu ketangkasan ini juga mendatangkan pundi yang mumpuni.
 
"Seorang atlet profesional bisa digaji hingga Rp50 juta per bulan. Atlet mancanegara bahkan bisa dikontrak hingga USD500 ribu per tahun," kata penulis buku Think Fresh itu.

Baca: Atlet Esport Tetap Butuh Olahraga

Dari segi tontonan, esport juga menjanjikan. Buktinya, pertandingan esport yang diunggah ke Youtube bisa ditonton hingga miliaran orang. Di Amerika, stadion yang mempertandingkan esport saban minggunya dipadati penonton.
 
Bahkan, kata dia, ada pergeseran budaya dari yang gemar bermain gim menjadi gemar menonton orang bermain gim. Dari hasil penelusurannya, di Asia Tenggara saja ada sekitar 46 juta penonton esport  .
 
"Ceruk ini yang belum banyak dilirik. Maka itu harus segera kita rebut. Kalau tidak kita akan kembali tertinggal," kata lulusan Kendall College of Arts and Design, Amerika Serikat, ini.
 
Kepada pemerintah, Danny meminta dukungan moral. Terutama dengan mempromosikan bahwa esport punya sisi positif. "Bukan sekadar mengajak orang untuk bermain gim. Ini adalah olah raga yang memberi banyak keuntungan bagi yang mendalaminya," kata dia.





(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.