Punya 6 Malware Paling Berbahaya, Laptop Ini Dilelang Rp17,2 Miliar

    Ellavie Ichlasa Amalia - 27 Mei 2019 08:30 WIB
    Punya 6 Malware Paling Berbahaya, Laptop Ini Dilelang Rp17,2 Miliar
    Laptop Samsung dengan enam malware paling berbahaya.
    Jakarta: Seorang seniman internet, Guo O Dong membuat "karya seni" berupa laptop yang memiliki enam malware paling berbahaya di dunia.

    Guo menamai kayarnya "The Persistence of Chaos". Meskipun memiliki enam malware, laptop itu tidak berbahaya selama Anda tidak menghubungkannya ke internet atau mencolokkan USB. Kepada The Verge, Guo menjelaskan bahwa tujuannya untuk membuat laptop ini adalah untuk menunjukkan bukti nyata dari ancaman abstrak yang ada di dunia digital. 

    "Kita punya bayangan bahwa apa yang terjadi pada komputer tidak memengaruhi kita, tapi ini aneh," kata Guo. "Senjata virus yang menyerang jaringan listrik atau infrastruktur publik bisa menyebabkan kerusakan langsung."

    Enam malware yang dimasukkan ke dalam laptop Samsung NC10-14GB berlayar 10,2 inci dipilih berdasarkan besar dampak ekonomi yang mereka sebabkan. Salah satu dari enam virus yang tertanam dalam laptop itu adalah virus ILOVEYOU, bug dari tahun 2000 yang biasanya tampil sebagai "surat cinta" pada lampiran email. 

    Selain itu, laptop ini juga memiliki WannaCry, ransomware yang menginfeksi komputer di lebih dari 50 negara pada 2017. Ransomware yang menyerang perusahaan, rumah sakit, dan badan pemerintah itu diduga dibuat oleh Korea Utara. 

    Guo mengatakan, WannaCry adalah contoh sempurna untuk menunjukkan bagaimana serangan digital bisa memengaruhi dunia nyata. 

    "WannaCry... menyebabkan kerugian sebesar USD100 juta (Rp1,4 triliun) pada Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) dan menyebabkan pembatalan puluhan ribu janji temu dengan dokter," kata Guo. "Mudah untuk membayangkan dampak nyata yang disebabkan oleh serangan ini, meski mungkin sulit untuk menunjukkan efek langsung pada seorang pasien."

    Kekhawatiran yang Guo sebutkan nyata. Bulan ini, ransomware menyerang sistem pemerintah kota Baltimore, Amerika Serikat, membuat sistem tidak bisa dipakai dan mengacaukan berbagai sistem, seperti tagihan air dan kesehatan. Secara total, Guo memperkirakan bahwa enam virus yang ada pada laptop Samsung ini menyebabkan kerugian ekonomi sebesar USD95 miiliar (Rp1,36 triliun). 

    DeepInstinct adalah pihak yang meminta laptop ini dibuat. Sekarang, laptop tersebut tengah dilelang. Pada waktu penulisan, laptop itu dihargai USD1,2 juta (Rp17,2 miliar). 



    (ELL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id