Muslimnesia Targetkan 30 Juta Milenial Muslim Indonesia

    Ellavie Ichlasa Amalia - 03 Mei 2019 20:36 WIB
    Muslimnesia Targetkan 30 Juta Milenial Muslim Indonesia
    Pendiri Muslimnesia, Ariani Rudjito. (medcom.id)
    Jakarta: Beberapa hari menjelang bulan Ramadan, aplikasi Muslimnesia diluncurkan. Seperti yang terlihat dari namanya, aplikasi ini ditujukan untuk muslim Indonesia, untuk lebih tepatnya muslim milenial. 

    Dari 260 juta penduduk Indonesia, perusahaan riset Alvara memperkirakan ada sekitar 30 juta muslim milenial yang ada di kelas ekonomi menengah. Sama seperti generasi milenial lainnya, muslim milenial juga terbiasa menggunakan teknologi. Karena itu, muncul tren seperti dakwah digital. 

    Alvara menyebutkan, 56 persen masyarakat Indonesia tinggal di kota. Mengingat betapa padatnya kota metropolitan seperti Jakarta, maka sebagian muslim muda lebih memilih untuk memperdalam ilmu agamanya dengan mengikuti berbagai kajian yang disajikan di internet. 

    Muslimnesia didirkan oleh empat orang: Ariani Rudjito, Billtraviano Harga, Muhammad Assad, dan Adrian Maulana. Mereka mengatakan, alasan mereka membuat aplikasi ini adalah untuk membantu generasi muslim muda untuk mempelajari agama mereka dengan lebih baik dengan cara yang lebih mudah setelah mengalami masalah ketika mereka hendak memperdalam agama. 

    Muslimnesia Targetkan 30 Juta Milenial Muslim Indonesia

    Aplikasi Muslimnesia berbagai fitur seperti penunjuk arah kiblat, penunjuk waktu shalat, mencari masjid terdekat, jadwal kajian, doa dan dzikir, halal radar, Al-Quran, dan lain sebagainya. Salah satu hal yang membedakan aplikasi Muslimnesia dengan aplikasi serupa lainnya adalah adanya jadwal kajian. 

    "Kami mendesain aplikasi berdasarkan riset. Sebagai startup, kita harus melihat market, tapi kita juga punya value yang kita pegang, bagaimana kita bisa membantu muslim muda modern," kata Billtraviano Harda. "Dari situ, kita menentukan desain, warna, font, dan layout."

    Di jadwal kajian, Anda akan bisa melihat tempat dan ustad atau ustadzah yang akan mengadakan kajian pada tanggal tertentu. Jika Anda memilih penceramah favorit, Anda juga bisa menyaring kajian yang ada berdasarkan nama ustad atau ustadzah. 

    Ariani Rudjito, wanita yang akrab dengan panggilan Ani, mengatakan bahwa timnya mengadakan kurasi konten yang ditampilkan pada aplikasi. Dia ingin memastikan bahwa tidak ada konten yang bersifat agresif dan berpotensi untuk memecah belah. 

    Satu hal yang menarik, pada fitur halal radar, Anda tidak hanya dapat mencari restoran yang halal, tapi juga hotel dan rumah sakit. Sementara pada doa dan dzikir, Anda tidak hanya bisa mencari doa atau bacaan dzikir, aplikasi juga akan menampilkan doa secara random setiap harinya. 



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id