India akan Kirim Robot Perempuan ke Ruang Angkasa

    Lufthi Anggraeni - 24 Januari 2020 11:44 WIB
    India akan Kirim Robot Perempuan ke Ruang Angkasa
    ISPRO mengumumkan akan mengirim robot humanoid tanpa kaki ke ruang angkasa pada tahun 2020 ini.
    Jakarta: India Space Research Organisation (ISRO) memamerkan prototipe Vyommitra, robot humanoid yang disebut sebagai perempuan. Organisasi ini juga mengumumkan rencananya untuk mengirimkan Vyommitra ke ruang angkasa pada tahun 2020 ini.
     
    Vyommitra dilaporkan Business Insider mampu berbicara dalam dua bahasa dan akan dikirimkan pada misi tanpa manusia dan belum dispesifikan, pada tahun 2020 ini. Hadir dengan tampilan tangkas, sayangnya robot ini tidak memiliki kaki.
     
    Hal ini menimbulkan pertanyaan di sejumlah kalangan, terkait alasan robot tersebut membutuhkan bentuk fisik. Pengembangan Vyommitra merupakan bagian kecil dari ambisi Perdana Menteri India Narendra Modi dalam menjadikan India sebagai pemain besar di industri ruang angkasa.
     
    ISRO tengah mempersiapkan misi Gaganyaan, upaya pertama India dalam mengirim manusia ke ruang angkasa dan Vyommitra merupakan bagian dari persiapan tersebut. Namun, tidak semua usaha India dalam menaklukan ruang angkasa berjalan dengan mulus.
     
    Sebelumnya ISRO mengalami kegagalan dalam upayanya mendaratkan pesawat ruang angkasa di Bulan pada awal bulan Januari lalu, akibat hilangnya komunikasi antara kru di Bumi dan pesawat ruang angkasa tersebut.
     
    Misi pendaratan di Bulan ini diperkirakan menelan biaya sebesar USD145 juta (Rp1,9 triliun), hampir sepersepuluh dari pendapatan tahunan lembaga ruang angkasa India tersebut, yaitu sebesar USD1,8 miliar (Rp24,4 triliun).
     
    Terlepas dari ambisi ruang angkasa Modi, tindakan terbaru India menyoal ruang angkasa mendapat kecaman dari NASA. India menembak jatuh satelit sebagai bagian dari peluncuran rudal pada bulan Maret 2019 lalu, menyebabkan jutaan kepingan yang beterbangan di ruang angkasa.
     
    NASA mengutuk tindakan India tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan mengerikan. NASA juga mengklaim bahwa tindakan India ini telah membahayakan nyawa astronot yang tengah berada di International Space Station.
     
    Modi menanggapi pendapat NASA ini sebagai ocehan perundungan, karena menilai NASA yang mulai ketakutan setelah melihat kemampuan India tersebut, membuktikan negaranya kini telah menjadi pemain kuat di ranah industri ruang angkasa.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id