Sekolah di Jerman Larang Microsoft Office 365, Kenapa?

    Ellavie Ichlasa Amalia - 16 Juli 2019 11:37 WIB
    Sekolah di Jerman Larang Microsoft Office 365, Kenapa?
    Sekolah di Jerman tak boleh menggunakan layanan cloud Microsoft. (AFP / VESA MOILANEN (STR))
    Jakarta: Pemerintah negara bagian Hesse, Jerman, melarang sekolah menggunakan layanan cloud, Office 365, dari Microsoft. 

    Komisi Perlindungan Data dan Kebebasan Informasi Hesse (HBDI) memutuskan bahwa menggunakan konfigurasi standar dari platform cloud Microsoft akan mengekspos informasi pribadi para murid dan guru, memungkinkan pemerintah Amerika Serikat untuk mengakses data tersebut, menurut The Next Web

    Dengan menyatakan bahwa penggunaan Windows 10 dan Office 365 melanggar Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa di sekolah, ini menjadi akhir dari debat apakah sekolah boleh menggunakan software Office 365 dari Microsoft tanpa melanggar GDPR. 

    Yang menyebabkan HBDI untuk memutuskan hal ini adalah informasi telemetri yang dikirimkan oleh Windows 10 dan solusi cloud Microsoft ke AS.

    Informasi itu bisa berupa data diagnostik software sampai isi konten pada aplikasi Office, seperti judul email dan kalimat pada dokumen ketika fitur penerjemah atau pemeriksa kata pada dokumen diaktifkan. Hal ini melanggar GDPR yang telah diresmikan pada Mei tahun lalu. 

    Sebelum ini, Microsoft menyimpan informasi tersebut di data center di Jerman. Namun, mereka menutup data center itu pada Agustus 2018.

    Itu artinya, semua data yang dikumpulkan via Windows 10 dan Office 365 kembali dikirimkan ke data center di AS, yang bisa diakses oleh pemerintah AS. 

    Michael Ronellenfitsch, Komisioner HBDI mengatakan, masalahnya bukan pada aplikasi buatan Microsoft, tapi pada izin yang harus didapatkan dari pengguna yang datanya dikirimkan ke AS. Selain itu, Microsoft juga harus menjamin bahwa data itu tetap aman. 

    Selain Microsoft, Ronellenfitsch juga melarang penggunaan layanan cloud dari Google dan Apple. Dia mengklaim dua perusahaan itu juga tidak sepenuhnya transparan. Ini artinya, sekolah di Jerman tidak punya banyak opsi, kecuali jika Microsoft bisa menawarkan solusi yang memuaskan, tanpa melanggar GDPR. 

    Sementara itu, Ronellenfitsch menyarankan agar sekolah menggunakan solusi dengan data center lokal. 



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id