Kaspersky Imbau Waspada Soal Aplikasi Tiruan Clubhouse

    Lufthi Anggraeni - 20 Februari 2021 10:49 WIB
    Kaspersky Imbau Waspada Soal Aplikasi Tiruan Clubhouse
    Kaspersky mengimbau masyarakat untuk mewaspadai aplikasi tiruan berbahaya Clubhouse untuk Android.



    Jakarta: Selama beberapa pekan terakhir, Clubhouse menjadi topik yang hangat diperbincangkan pengguna perangkat cerdas di seluruh dunia, terutama Indonesia. Aplikasi obrolan via audio ini tengah banyak dimanfaatkan figur publik Indonesia untuk berbagi pengetahuan.

    Selaras dengan peningkatan populer, keamanan siber dari aplikasi juga akan mengalami peningkatan. Hal ini juga disampaikan oleh perusahaan dan laboratorium yang terfokus pada keamanan siber, Kaspersky.




    Kaspersky mengimbau masyarakat untuk mewaspadai aplikasi yang menyamar sebagai aplikasi Clubhouse untuk perangkat Android. Sebagai informasi hingga saat ini, aplikasi Clubhouse hanya tersedia di App Store, toko aplikasi milik Apple.

    "Terdapat dua hal penting disini, pertama, the sale of invites atau penjualan undangan dan aplikasi palsu. Kedua skenario disatukan oleh satu hal, yaitu keinginan untuk mengeksploitasi minat para pengguna di platform sosial,” ujar pakar keamanan di Kaspersky Denis Legezo.

    Kaspersky menjelaskan skenario pertama terkait dengan monetisasi dalam skala kecil, dan skenario kedua bersifat jauh lebih serius. Secara lebih jauh Kaspersky menjelaskan bahwa pelaku kejahatan siber dapat mendistribusikan kode berbahaya.

    Kode berbahaya ini berpeluang hadir dengan menyamar sebagai perangkat lunak populer seperti versi palsu Clubhouse untuk Android. Aplikasi palsu berbahaya ini berpeluang untuk melakukan aktivitas sama persis seperti yang diizinkan pengguna dalam pengaturan keamanan Android.

    Pengaturan tersebut termasuk untuk memperoleh titik lokasi perangkat baik secara garis besar maupun secara akurat, merekam audio dan video, mendapatkan akses ke messenger, dan lainnya. Kaspersky juga memprediksi sejumlah trik tidak biasa juga memungkinkan terjadi.

    Trik tersebut termasuk jika pelaku kejahatan siber mengimplementasikan kapasitas untuk merekam audio, dan fungsi ini diizinkan pada perangkat. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan perekaman berkualitas tinggi guna melatih algoritma mesin mereka untuk membuat deep fake lebih canggih.

    Kaspersky menyebut bahwa cara terbaik untuk menjaga keamanan adalah dengan selalu waspada dari aplikasi yang diunduh, dan menjaga pengaturan keamanan secara tepat pada ponsel cerdas.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id