Waskita Karya dan Autodesk Bawa Digitalisasi di Industri Konstruksi

    Lufthi Anggraeni - 16 November 2020 13:34 WIB
    Waskita Karya dan Autodesk Bawa Digitalisasi di Industri Konstruksi
    Solusi Autodesk
    Jakarta: Autodesk, penyedia software desain 3D, mendukung Waskita Karya, salah satu Badan Usaha Milik Negara konstruksi terbesar di Indonesia, dalam mendorong pengadopsian solusi-solusi digital seperti Building Information Modelling (BIM) di industri konstruksi Indonesia.
     
    Di saat Indonesia semakin maju melalui Master Plan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI), transformasi digital di sektor konstruksi akan menjadi mesin pertumbuhan yang kuat.

    Berkolaborasi dengan Autodesk, Waskita Karya sedang membangun tulang punggung teknologi yang kuat untuk mengakselerasi penyelesaian beberapa proyek berskala besar dan memimpin digitalisasi di sektor konstruksi.

    Ini termasuk pengadopsian teknologi canggih dari Autodesk seperti Architecture, Engineering, and Construction (AEC) Industry Collection dan BIM 360, yang merupakan bagian dari Autodesk Construction Cloud, untuk mengotomatiskan alur kerja untuk produktivitas yang lebih besar.

    Lebih jauh, Waskita Karya sedang mendorong terciptanya sebuah ekosistem melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kementerian-kementerian di pemerintahan, dan institusi pendidikan, untuk  menginspirasi pengimplementasian teknologi-teknologi itu di sektor konstruksi di seluruh Indonesia.
     
    Waskita Karya mulai mencoba solusi ini pada 2018 untuk meminimalkan tantangan kolaborasi yang dihadapi ketika menerapkan pengiriman dan pengumpulan data secara tradisional.

    Dalam perjalanan transformasi digital mereka, Waskita Karya meningkatkan kemampuan digitalnya dengan memlengkapi tim internal dan pemangku kepentingan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menggunakan BIM dan solusi-solusi Autodesk.

    Dengan demikian, mereka mengembangkan proses teknologi baru dan membuka potensi anggota tim yang terlibat dalam proyek tersebut. Misalnya, penerapan BIM, sebuah proses cerdas berbasis model 3D untuk merencanakan, merancang, membangun, dan mengelola proyek.

    “Saat ini kami sedang membangun Bendungan Temef, sebuah proyek besar dalam rencana pembangunan Indonesia yang akan memasok air bersih dan membantu pengendalian banjir di kawasan sekitar perbatasan dengan Timor Leste," kata Kharis Alfi, BIM, Research & Innovation Manager, Waskita Karya.

    "Dengan berbagai solusi Autodesk, seperti Civil 3D, Revit, dan Navisworks, kami bisa menghemat waktu untuk gambar dan rekayasa produksi hingga 50 persen, dan bisa memproduksi gambar mendetail untuk meminimalkan terjadinya pengerjaan ulang.”
     
    “Kami berharap dapat menginspirasi dan memberdayakan bisnis konstruksi dengan teknologi canggih yang dapat memodernisasi dan memperbaiki setiap tahap proses konstruksi,” kata Serene Sia, ASEAN Managing Director, Autodesk.
     
    Didorong oleh keberhasilan implementasi BIM dan berbagai solusi Autodesk, Waskita Karya telah menginisiasi gerakan nasional pengadopsian BIM dan teknologi AEC lainnya dalam proyek-proyek konstruksi.

    Untuk itu, para eksekutif perusahaan ikut mendirikan BIM Institute of Indonesia untuk mendorong peningkatan kapasitas dan transfer pengetahuan lintas pemangku kepentingan, kementerian-kementerian di pemerintahan, lembaga pendidikan, mitra, dan pelanggan. 

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id