Kontrak Dibatalkan Operator AS, CEO Huawei Meradang

    Ellavie Ichlasa Amalia - 10 Januari 2018 13:28 WIB
    Kontrak Dibatalkan Operator AS, CEO Huawei Meradang
    CEO Huawei saat menjelaskan tentang Mate 10 Pro. (AFP PHOTO / MANDEL NGAN)
    Jakarta: Dalam ajang CES, CEO Huawei Richard Yu menghabiskan waktu satu jam untuk menjelaskan tentang smartphone premium baru Huawei, Mate 10 Pro, yang akan diluncurkan untuk pasar Amerika Serikat.

    Namun, selama penjelasan, Yu terlihat canggung dan tidak nyaman. Tampaknya, salah satu alasannya adalah karena operator telekomunikasi AS, AT&T dan Verizon, memutuskan untuk membatalkan perjanjian penjualan ponsel Huawei di AS. 

    Momen yang seharusnya menjadi momen penting untuk Huawei menjadi kacau balau. Dilaporkan, alasan operator telekomunikasi AS itu batal menjual ponsel buatan Huawei adalah karena tekanan politik. Muncul kecurigaan bahwa Huawei membantu pemerintah Tiongkok untuk memata-matai masyarakat AS. 

    Menariknya, seperti yang dilaporkan oleh The Verge, pada akhir presentasinya, Yu membahas tentang masalah ini secara terang-terangan. Berlatar belakang slide sederhana bertuliskan "sesuatu yang ingin saya ungkapkan", Yu membahas tentang keputusan AT&T dan Verizon untuk membatalkan perjanjian untuk menjual ponsel Huawei.

    Tak lagi terlihat ragu-ragu, Yu mengatakan bahwa konsumen AS tidak bisa mendapatkan pilihan terbaik dan terluas jika produk Huawei -- yang merupakan vendor smartphone terbesar ketiga dunia -- tidak tersedia. 

    "Semua orang tahu bahwa di AS, 90 persen smartphone dijual melalui operator telekomunikasi," ujar Yu. "Ini adalah kerugian besar untuk kami, dan juga para operator tapi ini merupakan kerugian terbesar bagi konsumen, karena mereka tidak memiliki pilihan terbaik."

    Yu terlihat marah karena perusahaan yang dipimpinnya dicurigai melakukan spionase. Dia kemudian bercerita tentang awal mula karir Huawei dimulai pada 25 tahun lalu.

    Dia berkata, di negara asalnya sendiri, Huawei juga banyak diragukan oleh konsumen karena enam tahun lalu, Huawei merupakan pemain baru di industri smartphone

    "Kami memenangkan kepercayaan operator Tiongkok, kami memenangkan kepercayaan konsumen di negara-negara berkembang... dan kami juga memenangkan kepercayaan para operator global, semua operator di Eropa dan Jepang," kata Yu.

    "Kami melayani lebih dari 70 juta pelanggan di dunia. Kami telah membuktikan kualitas kami dan kami telah membuktikan perlindungan keamanan dan privasi kami."

    Menariknya, pernyataan Yu yang menggebu-gebu ini dia ungkapkan tanpa bantuan dari teleprompter.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id