Indonesia Bakal Cari Satelit Pengganti untuk Nusantara Dua

    Cahyandaru Kuncorojati - 10 April 2020 15:12 WIB
    Indonesia Bakal Cari Satelit Pengganti untuk Nusantara Dua
    Satelit Nusantara Dua yang dibeli oleh Indosat Ooredoo dan PT Pasifik Satelit Nusantara.
    Jakarta: Jajaran Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Indosat Ooredoo dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menggelar konferensi pers bersama terkait gagalnya penerbangan Satelit Nusantara Dua mencapai obit tadi malam.

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, menyatakan bahwa peristiwa ini tidak akan menggangu layanan yang sudah berlangsung dari Satelit Palapa D yang dimiliki Indosat Ooredoo dan rencananya digantikan oleh Satelit Nusantara Dua.

    "Kelanjutan pelayanan dari Satelit Palapa D yang ditujukan untuk kebutuhan televisi (broadcasting) dan radio ke seluruh Indonesia akan tetap tersedia," ujar Menkominfo Johnny.

    Baca: Kendala Teknis, Satelit Nusantara Dua Gagal Capai Orbit

    Hal ini dikonfirmasi oleh Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena. "Meskipun memasuki masa End of Life, Satelit Palapa D masih berfungsi normal 100 persen kami sudah menyiapkan contigency plan untuk kondisi. Caranya dengan mencari satelit pengganti," ungkapnya.

    Menkominfo Johnny dan Dirjen SDPPI Kominfo, Ismail, menyatakan akan melaporkan kondisi ini kepada pihak ITU (International Telecommunication Union). Lembaga persatuan telekoumunikasi internasional ini yang berwenang memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menerbangkan Satelit Nusantara Dua.

    "Kita akan menindaklanjuti kepada ITU mengenai contigency plan yang dibuat segera setelah mendapatkan laporan lengkap dari Indosat Ooredoo dan PT. PSN. Kita akan meminta ITU memutuskan statusnya menjadi force majeure," jelas Ismail.

    Baca: PSN dan Indosat Ooredoo Luncurkan Satelit Nusantara Dua

    Hal ini akan memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk tetap mempertahankan kepemilikkan slot menerbangkan langit di titik 113 derajat bujur timur dan frekuensi yang tadinya akan dioperasikan oleh Satelit Nusantara Dua.

    "Kita juga pernah mengalami hal ini tiga tahun lalu pas satelit Telkom dan dalam kondisi demikian kita akan mendapatkan perpanjangan waktu untuk satelit pengganti," jelas Ismail.

    Ismail menyatakan akan memberikan laporan tersebut kepada ITU sebelum 15 Juli 2020 sehingga punya kesempatan untuk menerima perpanjangan waktu untuk mencari satelit pengganti.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id