IndoXXI Sudah Tutup, Tapi Grupnya Masih Ada

    Cahyandaru Kuncorojati - 03 Januari 2020 09:30 WIB
    IndoXXI Sudah Tutup, Tapi Grupnya Masih Ada
    Ilustrasi: Yahoo
    Jakarta: Grup indoXXI yang berbasis di Indonesia, yang mengontrol sejumlah besar situs web pembajakan film dan aplikasi ilegal, mengklaim bahwa mereka telah secara resmi menutup operasinya pada 1 Januari. Pengumuman dilakukan melalui berbagai akun media sosial mereka.
     
    “Selamat Tahun Baru 2020. Mulai hari ini situs kami sudah tidak bisa diakses kembali, begitupun  dengan aplikasi IndoXXI lite. Terima kasih sudah menjadi pemirsa setia INDOXXI sampai saat ini, dukung selalu industry tanah air agar lebih maju untuk kedepannya. Salam, INDOXXI.”
     
    Beberapa situs streaming indoXXI saat ini tidak dapat diakses dan URL tautan ke pop up yang menyatakan: “Goodbye 2019, Goodbye indoXXI. Terima kasih”. Namun, masih ada sejumlah situs indoXXI yang tetap beroperasi dan menyediakan akses ke konten pembajakan film Indonesia dan internasional.

    Perusahaan web analisis trafik berbasis di AS, Alexa, yang mengukur popularitas situs web, menempatkan indoXXI sebagai situs web paling populer ke 721 di dunia. IndoXXI juga masuk dalam peringkat 100 situs web terpopuler di Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, Filipina, dan Taiwan.
     
    Menyusul hasil survei di bulan Desember dari sebuah perusahaan riset yang ditunjuk oleh AVIA, YouGov, menemukan bahwa 63 persen orang Indonesia mengakses situs web pembajakan film, pemerintah Indonesia berjanji untuk mengidentifikasi dan menuntut mereka yang mengoperasikan situs web pembajakan film indoXXI kecuali mereka menghentikan operasinya.

    “Menggunakan film bajakan akan memberikan efek buruk pada negeri. Ketika mengajak investor menanamkan investasi di Indonesia, kita harus jaga itu dengan kecerdasan yang tinggi. Menghormati hak intelektual itu,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G Plate. 

    Grup indoXXI yang berbasis di Indonesia mengontrol sejumlah situs web pembajakan film dan aplikasi ilegal yang diakses secara global, dan sangat populer di Asia Tenggara.

    Grup indoXXI terdaftar pada 2019 USTR Notorious Markets List pemerintah Amerika Serikat, yang mengidentifikasi situs web paling mengerikan di luar Amerika Serikat yang terlibat dan memfasilitasi pembajakan hak cipta atau pemalsuan merek dagang.
     
    “Tentunya pihak kepolisian, dalam hal ini mendukung sepenuhnya apa yang dilaksanakan secara teknis berdasarkan kewenangan dari Kominfo," kata Komisaris Hubungan Masyarakat, Asep Adi Saputra, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Nasional.

    ?Asep menuturkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kominfo guna memastikan pelanggaran hukum yang dilakukan IndoXXI. Kemungkinan penegakan hukum dilakukan berkaitan dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

    “Situs-situs ini berbahaya. Selain merugikan pemilik HKI, kami telah menemukan malware di beberapa situs yang diblokir," kata Direktur Jenderal Aptika Kominfo, Semuel Abrijani.

    Untuk melawan balik pembajakan online yang merajalela dan merusak negara, Video Coalition of Indonesia (VCI) telah bekerja sama dengan Kominfo untuk mengidentifikasi dan memblokir domain yang terkait dengan situs web pembajakan film. Sejak Juli tahun lalu, lebih dari 1.000 situs web pembajakan film dan domain aplikasi ilegal telah diblokir oleh KOMINFO.
     
    Anggota VCI yang tergabung dalam Coalition Against Piracy (CAP) antara lain AVIA, APFI, APROFI, GPBSI, Grup Emtek, Grup MNC, Grup Viva, Telkom Indonesia, Grup Cinema 21, CGV, Cinemaxx, HOOQ, iflix, Viu, GoPlay, Rewind, SuperSoccerTV dan Catchplay.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id