Peneliti Buat Smart Bandage untuk Kurangi Tingkat Amputasi

Ellavie Ichlasa Amalia - 10 Juli 2018 14:09 wib
Smart bandage dapat memonitor keadaan luka. (Nano Lab – Sameer
Smart bandage dapat memonitor keadaan luka. (Nano Lab – Sameer Sonkusale, Tufts University)

Jakarta: Luka kronis atau luka yang memakan waktu lama untuk sembuh merupakan masalah yang terus meningkat.

Karena itulah, sebuah tim peneliti di Tufts University mengembangkan smart bandage atau perban cerdas yang bisa memonitor luka dan memberikan obat sesuai kebutuhan.

Menurut laporan yang diunggah ke jurnal Small, para peneliti yang dipimpin oleh Pooria Mostafalu mencoba untuk mempercepat proses penyembuhan luka kronis dengan membuat smart bandage.

"Keadaan luka bersifat dinamis, tapi tingkat penyembuhan luka bisa dipercepat dengan melakukan pengobatan di waktu yang tepat," tulis artikel tersebut, lapor Engadget.

Smart bandage bisa memonitor suhu dan kelembapan luka. Jika ia mendeteksi adanya perubahan pada luka, ia bisa mendiagnosa masalah yang ada dan memberikan obat sesuai kebutuhan.

Ini bisa dilakukan karena smart bandage tersebut memiliki prosesor yang bisa diprogram oleh dokter untuk memberikan pengobatan jika ia mendeteksi kondisi tertentu pada luka.



Perban ini juga bisa memonitor pengobatan untuk luka untuk menentukan apakah pengobatan lain diperlukan. Selain itu, smart bandage tersebut juga bisa memberikan laporan status luka via Bluetooth.

"Luka kronis adalah salah satu penyebab utama dari amputasi selain peperangan," kata Sameer Sonkusale. Perban responsif yang dapat memonitor luka dan memberikan pengobatan secara langsung bisa menjadi kunci untuk mengurangi tingkat amputasi ini. Karena smart bandage bisa mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat waktu penyembuhan luka kronis.


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.