Qualcomm Minta Dibolehkan Jual Chip ke Ponsel Huawei

    Lufthi Anggraeni - 10 Agustus 2020 16:08 WIB
    Qualcomm Minta Dibolehkan Jual Chip ke Ponsel Huawei
    Qualcomm tengah melobi pemerintah AS agar dapat menjual chipsetnya pada smartphone Huawei.
    Jakarta: Qualcomm dilaporkan tidak senang terkait dengan larangan dagang yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Huawei, sehingga membatasi akses Huawei ke chipset karyanya. Qualcomm tengah melobi pemerintah AS untuk menghapus pembatasan tersebut.

    Dengan demikian, Qualcomm dapat memperoleh izin untuk menjual chipset Snapdragon terbarunya kepada Huawei. Pelarangan ini dilaporkan Wall Street Journal tidak akan mencegah Huawei memperoleh komponen yang dibutuhkan untuk membuat komponen karyanya sendiri.

    Selain itu, larangan ini disebut Qualcomm hanya mengalihkan keuntungan senilai miliaran dolar yang dapat diperoleh perusahaan Amerika Serikat kepada produsen chipset asing seperti MediaTek dan Samsung.

    Dengan demikian, Qualcomm berpendapat bahwa dengan menghapuskan larangan tersebut secara teori akan membantu perusahaan Amerika Serikat untuk tetap kompetitif. Sementara itu, Qualcomm juga menekankan bahwa akan terjadi perubahan secara cepat di pangsa pasar chipset 5G jika perusahaannya dibatasi sedangkan pesaing asing tidak menghadapi batasan tersebut.

    Qualcomm masih terbuka terkait keinginannya untuk berbisnis dengan Huawei. Dan pada laporan keuangan terbarunya, CEO Steve Mollenkopf menyebut bahwa Qualcomm menentukan caranya menjual ke setiap produsen ponsel, termasuk Huawei.

    Namun, belum tersedia indikasi terkait kampanye melobi yang akan dilakukan Qualcomm kepada pemerintah AS kala itu. Kampanye melobi ini muncul segera setelah Huawei menyelesaikan sengketa paten, dengan membayar biaya sebesar USD1,8 miliar (Rp26,5 triliun) dan membuat kesepakatan lisensi baru, meski kedua peristiwa ini tidak terkait.

    Sebagai informasi, sejumlah perusahaan berhasil memperoleh pengecualian dari larangan dagang yang diterapkan pemerintah AS kepada Huawei melalui lisensi, seperti Intel, Micron dan Xilinx. Upaya Qualcomm ini dinilai sejumlah pihak tidak terjamin akan sukses.

    Sementara itu, smartphone mewakili bagian utama dari bisnis Huawei, dan mengizinkan pengecualian besar seperti Qualcomm dinilai sejumlah pihak akan terlihat seperti pelemahan keputusan larangan dagang yang sebelumnya telah diberlakukan.

    Selain itu, jika Qualcomm mendapatkan pengecualian ini, hal tersebut akan dinilai tidak konsisten sebab perusahaan software seperti Google masih mengalami hambatan dan larangan untuk berinteraksi dengan perusahaan asal Tiongkok tersebut.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id