Apple Tetap Selenggarakan WWDC di Bulan Juni

    Lufthi Anggraeni - 16 Maret 2020 12:13 WIB
    Apple Tetap Selenggarakan WWDC di Bulan Juni
    Apple mengumumkan tetap akan menyelenggarakan WWDC 2020 pada bulan Juni, via medium online.
    Jakarta: Setelah sejumlah acara teknologi besar dinyatakan batal diselenggarakan, Apple menjadi salah satu perusahaan yang masih belum mengambil keputusan terkait dengan penyelenggaraan acara tahunannya, WorldWide Developer Conference (WWDC).
     
    Acara ini sebelumnya dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan Juni mendatang di California. Kini, Apple mengumumkan perubahan rencana untuk penyelenggaraan acara ini, dan masih akan dihelat pada bulan Juni mendatang, meski secara online.
     
    Ini pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan WWDC bahwa acara ini dihelat via medium online. Spekulasi yang berkembang memperkirakan keputusan diambil Apple sebagai tanggapan dari pandemik COVID-19 yang masih berlangsung dan memburuk di beberapa negara.
     
    Apple tidak menjelaskan secara gamblang alasan di balik keputusannya pada siaran pers yang dibagikan kepada media, hanya menyebut bahwa situasi kesehatan saat ini mengharuskan raksasa teknologi ini untuk menyelenggarakan WWDC 2020 dalam format baru.
     
    Penyelenggaraan WWDC secara online ini akan menghadirkan program penuh dengan pembicara inti serta sesi diskusi dan berbagi via internet. Informasi lebih detail akan dibagikan Apple kepada pengembang dalam waktu beberapa pekan mendatang.
     
    Apple juga berkomitmen untuk mendonasikan dana sebesar USD1 juta (Rp14,8 miliar) kepada organisasi lokal di San Jose, California, guna mengimbangi kehilangan pendapatan yang diakibatkan oleh peralihan penyelenggaraan WWDC ke ranah online.
     
    Sebelumnya melalui situsnya, Apple mengumumkan penutupan seluruh toko di luar Tiongkok sebagai tanggapan untuk penyebaran virus korona. Upaya ini selaras dengan imbauan pemerintah di berbagai negara yang mencoba meminimalisir interaksi.
     
    Toko akan ditutup setidaknya hingga tanggal 27 Maret mendatang, namun toko Apple di Tiongkok telah dibuka kembali. Hal ini disebabkan karena kasus COVID-19 di Tiongkok mulai mengalami penurunan dan pemerintah mulai mampu mengendalikan situasi.
     
    Apple masih tetap akan menjual produk mereka secara online sehingga konsumen tetap dapat mengunjungi toko online raksasa teknologi ini di wilayah konsumen. Sebelumnya, Penjualan ponsel pintar buatan Apple anjlok karena wabah virus korona yang mengganggu distribusi pengiriman barang.
     
    Sementara itu, Sementara itu, penjualan ponsel pintar buatan Apple anjlok karena wabah virus korona yang mengganggu distribusi pengiriman barang. Pengiriman perangkat Apple merosot menjadi 494 ribu pada bulan Februari 2020.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id