MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Google Perketat Akses Masuk ke Akun

    Lufthi Anggraeni - 19 April 2019 09:09 WIB
    Google Perketat Akses Masuk ke Akun
    Google dilaporkan mulai memblokir upaya masuk dari kerangka kerja peramban tertanam.
    Jakarta: Phishing merupakan skema untuk mencuri data personal melalui email dan halaman situs berbahaya yang terselubung. Kejahatan ini dilaporkan berkontribusi lebih dari 70 persen dari seluruh serangan siber pada tahun 2016 lalu.

    Dalam upayanya memerangi kejahatan ini, tahun lalu Google mengumumkan akan mengharuskan pengguna mengaktifkan JavaScript saat masuk ke Google Account, sehingga dapat menjalankan penilaian risiko dan pendeteksian serangan.
    Kini, Google mengumumkan akan mulai memblokir seluruh upaya masuk ke Google Account dari kerangka kerja peramban yang tertanam, seperti Chromium Embedded Framework, mulai bulan Juni mendatang, seperti yang dilaporkan VentureBeat.

    Untuk sistem yang belum diinisiasi, kerangka kerja peramban tertanam memungkinkan mengembang untuk menambahkan fungsionalitas peramban situs dasar pada aplikasi mereka, dan menggunakan bahasa situs seperti HTML, CSS, dan JavaScript untuk menciptakan antarmuka aplikasi atau sebagian dari aplikasi.

    Kerangka kerja peramban tertanam ini umumnya lintas platform, seperti Chromium Embedded Frameworks kompatibel dengan Linux, Windows dan macOS. Selain itu, kerangka kerja peramban ini mendukung berbagai bahasa pemprograman.

    Upaya ini menjadi lapisan perlindungan lain di atas lapisan perlindungan yang telah tersedia seperti pengingat Safe Browsing, penyaring spam Gmail, dan tantangan saat mencoba masuk ke Google Account.

    Dengan perubahan ini, Google secara spesifik menargetkan serangan siber via perantara (MITM), celah yang disebut sulit untuk ditemukan jika mengandalkan platform otomasi seperti kerangka peramban tertanam.

    MITM mencegah pertukaran data antara pengguna dan server secara langsung untuk mengumpulkan informasi rahasia. Perilaku ini merupakan hal yang tidak dapat Google bedakan dari upaya resmi untuk masuk ke akun.

    Sebagai alternatif untuk kerangka kerja peramban, Google menyarankan pengembang untuk menggunakan autentikasi OAuth berbasis peramban, memungkinkan pengguna untuk melihat alamat halaman situs secara lengkap saat memasukan informasi rahasia.

    Pengumuman ini disampaikan hampir dua tahun setelah Google membatasi upaya masuk ke akun via situs, atau peramban yang terpaket dengan aplikasi mobile.

    Pada pengembangan terkait di bulan Februari, Google menyebut bahwa perusahaannya secara aktif menguji model penyaringan malware dan phishing lebih baik di Gmail.

    Sementara itu, Google mengklaim perusahaannya telah memblokir lebih dari 100 juta email spam dalam satu hari.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id